Kiprah Tim Difabel Berdaya Pelindo dalam Mendokumentasikan Ramadan Fest
Sumber Foto: Mureks
Sosial

Kiprah Tim Difabel Berdaya Pelindo dalam Mendokumentasikan Ramadan Fest

Program Difabel Berdaya yang diinisiasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) telah menjadi wadah penting bagi penyandang disabilitas. Program ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian ekonomi, sejalan dengan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) Pelindo dalam mendorong inklusi sosial.

Di wilayah operasional Belawan, Medan, tim Difabel Berdaya Pelindo aktif terlibat dalam mendokumentasikan berbagai kegiatan perusahaan. Salah satu proyek terbaru mereka adalah Pelindo Ramadan Fest 2026, yang berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026. Jondri Hartono, seorang anggota tim foto dan video, membagikan pengalamannya bergabung dengan Rumah Difabel Berdaya Pelindo.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

“Perjalanannya waktu itu saya dapat dari relasi juga, makanya bisa masuk ke Rumah Berdaya Pelindo. Cuman pada saat itu tetap juga ada persyaratan untuk kayak seleksi lah gitu,” ungkap Jondri. Ia menjelaskan bahwa setiap calon anggota harus melalui proses seleksi ketat dan menunjukkan kemampuan dasar yang dimiliki.

Jondri melanjutkan, “Karena jujurnya kami juga punya keahlian lah, kayak saya pribadi saya bisa videografer, fotografer, sama skill editing walaupun masih basic ya, tapi itu syarat untuk bisa masuk ke Rumah Difabel Berdaya Pelindo.” Keahlian ini menjadi modal utama bagi para penyandang disabilitas untuk berkontribusi secara profesional.

Menurut Jondri, suasana kerja di bawah naungan Pelindo sangat suportif dan memuaskan. Bahkan setelah masa programnya selesai, ia dan rekan-rekannya tetap dilibatkan dalam berbagai kegiatan perusahaan. “Suasananya Bang, sejauh ini Bang, sangat memuaskan Bang ya. Karena walaupun sebenarnya kami sudah habis nih masa apa kami, cuman kami masih tetap dipantau lah secara tidak langsung, kayak ini ada acara Ramadan Fest kami diundang untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatannya,” jelasnya.

Sebagai penyandang disabilitas amputasi, Jondri mengakui sempat menghadapi tantangan di awal saat memegang kamera. Namun, seiring waktu, ia berhasil beradaptasi dengan baik. “Sejauh ini Bang, mungkin sudah terbiasa kali Bang ya. Cuman dulu awal-awal pegang kamera tetap rada rasa kesulitan lah, cuman sudah beradaptasi Bang sejauh ini,” pungkasnya.

Catatan Mureks menunjukkan, kini Jondri semakin menekuni bidang editing video, fotografi, videografi, dan desain. Keterlibatan dalam program Difabel Berdaya Pelindo telah memberinya kesempatan untuk terus mengembangkan keahliannya dan berkarya secara mandiri.