Kinerja APBN Semester I 2026 Menjadi Modal untuk Paruh Kedua Tahun
Ekonomi

Kinerja APBN Semester I 2026 Menjadi Modal untuk Paruh Kedua Tahun

Portal News Day - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan hasil positif Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat kerja yang digelar oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Rapat ini menjadi platform evaluasi kinerja fiskal dan penentuan arah kebijakan untuk enam bulan ke depan.

Awal Kejadian

Rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Banggar, Said Abdullah, berlangsung pada 7 Juli 2026. Dalam kesempatan ini, Purbaya menjelaskan bahwa meskipun menghadapi tantangan global, APBN 2026 menunjukkan kinerja yang tangguh dengan pertumbuhan pendapatan negara yang signifikan, belanja yang merata, dan defisit yang tetap terkendali.

Perkembangan

Pendapatan negara pada semester I 2026 tercatat mencapai Rp1.459,4 triliun, atau 46,3 persen dari target APBN, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 21,4 persen. Penerimaan perpajakan berkontribusi Rp1.187,8 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271,0 triliun. Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari reformasi perpajakan yang telah dilaksanakan.

Dari sisi belanja, pemerintah merealisasikan belanja negara sebesar Rp1.656,0 triliun, yang tumbuh 17,8 persen secara tahunan. Belanja ini diarahkan untuk program-program prioritas, termasuk bantuan sosial dan subsidi. Purbaya menyatakan bahwa penyerapan belanja yang merata berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian.

Kondisi Terakhir

Defisit APBN semester I 2026 tercatat sebesar Rp196,5 triliun, atau 0,76 persen terhadap PDB, menunjukkan pengelolaan fiskal yang baik. Proyeksi defisit untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai 2,85 persen terhadap PDB, masih dalam batas aman sesuai ketentuan. Purbaya menekankan pentingnya APBN sebagai instrumen stabilisasi ekonomi, yang tetap menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. Capaian di semester I ini memberikan optimisme untuk menghadapi semester II 2026 dengan kebijakan fiskal yang tetap ekspansif namun kredibel.

You can share this post!