Kepolisian Garut Tetap Buka Gerbang Pendopo bagi Masyarakat Pasca Kericuhan
Garut, Jawa Barat - Gerbang barat Pendopo Kabupaten Garut tetap dibuka untuk umum meskipun telah terjadi insiden kericuhan yang menewaskan tiga orang saat Pesta Rakyat pernikahan pejabat. Kepolisian Resor Garut memastikan tidak ada pemasangan garis polisi di lokasi tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, menyatakan bahwa proses olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan pada Jumat malam (18/7) dan tidak mengharuskan penutupan kawasan Pendopo. "Masyarakat tetap bisa melewati dan beraktivitas di Pendopo," ujarnya pada Minggu.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun tidak ada garis polisi yang dipasang, pihak kepolisian akan terus memantau kawasan Pendopo, terutama di titik-titik yang menjadi lokasi kericuhan.
Seorang warga setempat, Hakim (28), mengungkapkan bahwa setelah insiden tersebut, suasana di Pendopo sudah kembali normal. Ia mengunjungi lokasi untuk melihat kondisi pasca kericuhan dan menyebutkan bahwa masyarakat masih dapat mengakses area di sekitar Masjid Agung Garut dan Alun-Alun Garut.
Kericuhan terjadi pada Jumat (18/5) sekitar pukul 13.00 WIB, saat warga berbondong-bondong mencoba masuk ke kawasan Pendopo untuk mendapatkan makanan yang disediakan dalam rangkaian acara pernikahan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam kerumunan tersebut, banyak anak-anak dan ibu-ibu yang terjatuh dan terinjak, memicu kekacauan yang mengakibatkan banyak warga pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kejadian tersebut menimbulkan korban jiwa, termasuk seorang anak, seorang wanita dewasa, dan seorang anggota Polres Garut, Bripka Cecep Saipul. Akibatnya, acara pernikahan tersebut tidak dilanjutkan, dan pihak kepolisian meningkatkan pengamanan di lokasi.




