Kenaikan Harga Minyak Dunia Tambah Beban APBN Hingga Rp68 Triliun
Ekonomi

Kenaikan Harga Minyak Dunia Tambah Beban APBN Hingga Rp68 Triliun

Portal News Day - Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia akibat memanasnya situasi di Iran tak terhindarkan terutama usai penutupan Selat Hormuz.

Hal ini pun berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ekonom sekaligus mantan Menteri Perdagangan, Marie Elka Pangestu, menyebut setiap kenaikan harga minyak akan langsung memengaruhi keseimbangan fiskal Indonesia.

“Jadi kalau mau tahu hitungannya kan US$1 harga minyak naik itu pengeluaran kita untuk subsidi minus yang kita terima untuk minyak itu Rp 6,8 triliun jadi dengan misalnya US$10 dolar harga yang naik dari US$70 asumsi sekarang itu sudah Rp68 triliun pengeluaran yang tambah di APBN.” kata Marie dalam Indonesia Economic Forum.

Menurut Marie, kenaikan harga minyak saat ini sudah terlihat dan menyentuh level US$78 per barel. Namun arah pergerakannya masih sangat bergantung pada durasi konflik serta kondisi jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz.

“Dan apa yang akan terjadi setelah Hormuz sebetulnya? Itu yang akan lebih banyak kurang lebihnya akan mengganggu bukan hanya minyak, tapi juga seluruh perdagangan.” tambah Marie

Baca Juga

Komoditas Penyumbang Inflasi Terbesar Februari: Daging Ayam-Cabai

Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Ini Penyebabnya

Emas Penyumbang Inflasi Terbesar Februari 2026, 30 Bulan Beruntun

Next article →

You can share this post!