Kementerian Pertanian Luncurkan Strategi Satu Pintu untuk Data dan Informasi Pertanian
Sumber Foto: detikNews
Pintu Informasi

Kementerian Pertanian Luncurkan Strategi Satu Pintu untuk Data dan Informasi Pertanian

Jakarta - Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) telah meluncurkan program "Suara Kementan" sebagai bagian dari strategi komunikasi untuk meningkatkan koordinasi dan penyampaian informasi yang akurat dan efektif terkait sektor pertanian. Program ini bertujuan untuk membuka akses informasi mengenai program dan kinerja Kementan kepada publik.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, menjelaskan bahwa "Suara Kementan" merupakan langkah strategis untuk memperkuat narasi dari sektor pertanian agar semua kegiatan dan program yang dilaksanakan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat. "Isu pertanian kini menjadi perhatian serius dan sering dibahas di media serta media sosial. Kami ingin menjawab dengan informasi yang lebih akurat, jelas, dan masif," ungkap Kuntoro dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa (26/10/2021).

Kuntoro menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk menyatukan semua kanal informasi yang ada, sehingga informasi publik yang dihasilkan akan lebih terintegrasi dan tidak bersifat parsial. "Harapan kami adalah agar informasi publik yang dihasilkan dapat disajikan dengan lantang dan jelas, sebagai satu kesatuan dalam satu aksi dan satu suara," katanya.

Pimpinan Redaksi Republika, Irfan Junaidi, juga menyatakan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, "Suara Kementan" adalah platform yang perlu didukung oleh semua pihak untuk membangun iklim informasi yang sehat. Ia menekankan pentingnya isu pertanian dalam pemberitaan media, karena berkaitan langsung dengan kehidupan manusia.

"Isu Kementan sangat dasar dan prinsipil, karena menyangkut kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Suara Kementan adalah gagasan yang cerdas dan perlu didukung untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat," tambah Irfan.

Sementara itu, akademisi dan peneliti komunikasi dari Universitas Tirtayasa, Yoki Yusanto, menjelaskan bahwa dalam komunikasi publik, buzzer sering dianggap negatif. Namun, ia menegaskan bahwa buzzer juga bisa berfungsi positif untuk menyebarkan informasi yang membangun. Yoki berharap agar pemerintah bisa memanfaatkan buzzer positif untuk menyampaikan informasi program kerja yang nyata, terutama di sektor pertanian.

"Mitigasi di media sosial harus dilakukan secara aktif, dan pemerintah perlu mencerahkan informasi positif kepada publik," tutup Yoki.