Kementerian Kebudayaan Dukung Sulawesi Tengah Sebagai Gerbang Informasi Megalit
Sumber Foto: ANTARA News Sulteng
Gerbang Berita

Kementerian Kebudayaan Dukung Sulawesi Tengah Sebagai Gerbang Informasi Megalit

Sigi, Sulawesi Tengah

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan dukungan kepada Sulawesi Tengah untuk menjadi pintu gerbang informasi mengenai seribu megalit. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya megalitik yang menjadi peninggalan leluhur masyarakat setempat.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyatakan bahwa penetapan pintu gerbang informasi seribu megalit oleh pemerintah pusat menunjukkan keseriusan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. "Ini bukan hanya sebuah angan-angan, tetapi merupakan rencana nyata yang telah mendapatkan dukungan besar dari pemerintah pusat. Sebagai masyarakat Sulawesi Tengah, ini menjadi kebanggaan bagi kita semua," ungkap Anwar saat ditemui di Sigi pada hari Rabu.

Lebih lanjut, Gubernur Anwar menjelaskan bahwa perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap pelestarian warisan budaya megalitik di Sulawesi Tengah disebabkan oleh usia warisan tersebut yang sudah mencapai ribuan tahun. Salah satu langkah konkret dari komitmen negara dalam menjaga kebudayaan adalah dengan mulai beroperasinya laboratorium, penyimpanan, dan pusat informasi kawasan Megalitik Lore Lindu yang terletak di Watunonju, Kabupaten Sigi.

"Alhamdulillah, Menteri Kebudayaan telah mengunjungi Kabupaten Sigi dan Poso selama tiga hari berturut-turut untuk melihat langsung warisan budaya, seperti Situs Megalitik Pokekea dan Behoa. Ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan warisan leluhur Sulawesi Tengah mendapatkan perhatian serius, yang sejalan dengan visi pembangunan Pemprov Sulteng, yaitu Berani Berkah, yang menempatkan nilai religius dan kearifan lokal sebagai landasan pembangunan daerah," tambahnya.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, juga mengapresiasi pembangunan laboratorium, penyimpanan, dan pusat informasi kawasan Megalitik Lore Lindu. Ia menilai bahwa fasilitas ini akan menunjang pelestarian budaya di Kabupaten Sigi dan menjadi pusat informasi budaya di Sulawesi Tengah.

Melalui laboratorium dan penyimpanan tersebut, diharapkan dapat menjadi pusat konservasi, penelitian, serta pengelolaan benda-benda cagar budaya dengan standar profesional dan nasional. Bupati Rizal menekankan pentingnya pembangunan museum daerah di Kabupaten Sigi untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

"Museum di Sigi nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pameran koleksi sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, penelitian, serta sarana pembelajaran bagi generasi muda agar mengenal, mencintai, dan bangga terhadap sejarah serta jati diri budayanya," pungkas Rizal. Ia menambahkan bahwa museum daerah di Sigi dapat berperan sebagai simpul penting dalam pelestarian warisan budaya dan pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.