Kementerian Agama Luncurkan MORA One Stop Service untuk Layanan Terpadu
Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia telah meluncurkan MORA One Stop Service (MOSS), sebuah layanan digital terpadu yang mengintegrasikan seluruh layanan yang tersedia di Kementerian Agama ke dalam satu aplikasi. Peluncuran MOSS dilakukan di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, dan dapat diakses melalui situs resmi ptsp.kemenag.go.id.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa keberadaan MOSS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan Kementerian Agama. "Dengan MORA One Stop Service, masyarakat yang membutuhkan layanan Kementerian Agama cukup dilayani dengan satu sistem. Masyarakat dapat mengakses layanan ini dari mana saja—baik dari rumah, kantor, maupun ruang pribadi—dan kapan saja," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin menambahkan bahwa MOSS merupakan singkatan dari Ministry of Religious Affairs One Stop Service, yang menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. "Kehadiran MORA One Stop Service ini akan mengubah paradigma Kementerian Agama dalam memberikan layanan. Kementerian Agama hadir bukan hanya sebagai pemilik layanan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat," ucapnya.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, memberikan apresiasi terhadap peluncuran MOSS sebagai bagian dari upaya transformasi digital di Kementerian Agama. "Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama atas upaya transformasi digital yang terus dilakukan, termasuk melalui peluncuran MOSS. Ini merupakan langkah maju dalam pemanfaatan teknologi serta menunjukkan keseriusan Kemenag dalam meningkatkan kualitas layanan publik," jelasnya.
Lebih lanjut, Nugroho menekankan bahwa inovasi digital harus didukung oleh fondasi keamanan yang kuat. Ia menjelaskan, "Transformasi digital itu ibarat gunung es. Yang terlihat di permukaan adalah aplikasi yang kita gunakan sehari-hari, namun yang jauh lebih penting adalah fondasi di bawahnya—integrasi data, keamanan sistem, serta mitigasi risiko siber yang harus dibangun secara kokoh."
Nugroho juga menegaskan pentingnya langkah konkret untuk menjaga keamanan layanan digital. "Ancaman seperti zero-day attack, kebocoran data, hingga human error adalah risiko nyata yang harus terus kita antisipasi bersama," pungkasnya.
Peluncuran MOSS dihadiri oleh para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, staf ahli, staf khusus, serta tenaga ahli Kementerian Agama, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.




