Kemenko Polkam Dorong Pelabuhan Tanjung Pakis Menjadi Pintu Karantina Nasional
Lamongan (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melakukan peninjauan di Pelabuhan Tanjung Pakis, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong percepatan penetapan pelabuhan tersebut sebagai pintu perdagangan dan karantina nasional.
Kolonel Inf Heri Budi Purnomo, Kepala Bidang Tata Ruang Pertahanan pada Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan Kemenko Polkam, menyatakan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Karantina Indonesia. "Kami melakukan koordinasi dan pemantauan lapangan agar proses penetapannya dapat segera terealisasi," ujarnya di Lamongan, Jawa Timur, pada hari Kamis.
Heri Budi Purnomo juga menilai bahwa Pelabuhan Tanjung Pakis memiliki posisi strategis, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan kawasan industri dan sentra perikanan di pesisir utara Jawa Timur. Hal ini diperkirakan akan memperkuat rantai logistik nasional.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang mendampingi tim Kemenko Polkam, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat. "Kami siap memperkuat peran dalam rantai logistik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir," katanya.
Sebelumnya, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi pada Senin (20/10) dengan Kemenko Polkam. Rapat ini menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas jaringan perdagangan nasional.
Pelabuhan Tanjung Pakis diproyeksikan menjadi gerbang karantina untuk Hama dan Penyakit Hewan (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPTK). Selain itu, keberadaan pelabuhan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru di wilayah pesisir Lamongan.
Pelabuhan Tanjung Pakis juga telah memenuhi standar internasional ISPS (International Standard for Port Security) dan dinilai layak untuk mendukung kegiatan perdagangan dan karantina. Dengan adanya pelabuhan ini, diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Pelabuhan Gresik dan Tanjung Perak serta menyediakan rute alternatif bagi arus barang dari wilayah utara Lamongan, Tuban, dan Rembang.




