Kalcer: Tren Budaya Pop Digital di Kalangan Gen Z
Sumber Foto: RRI.co.id
Hiburan

Kalcer: Tren Budaya Pop Digital di Kalangan Gen Z

KBRN, Lhokseumawe : Fenomena “kalcer” kini melambung di kalangan Gen Z sebagai wujud baru dari budaya pop digital. Di lansir dari artikel oleh Malang Times, istilah ini merupakan adaptasi dari kata “culture” dalam bahasa Inggris. Secara konseptual, kalcer bukan sekadar tren sesaat: ia merangkum segala sesuatu yang viral, relevan, dan menjadi pusat perhatian dalam kehidupan anak muda dari gaya berpakaian, selera musik, jenis hobi, hingga kebiasaan nongkrong di kafe estetik.

Peran media sosial sangat besar dalam menyebarkan budaya kalcer. Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menjadi panggung utama di mana tren-tren kalcer lahir, tumbuh, dan menyebar dengan cepat.

Data dari We Are Social dan Kepios (April 2024) memperlihatkan fakta bahwa ada sekitar 139 juta pengguna media sosial aktif di Indonesia, yang menciptakan lahan subur bagi istilah dan gaya hidup kalcer untuk menjadi viral. kalcer pun sangat beragam. Dalam fashion, misalnya, Gen Z kalcer cenderung mengadopsi streetwear kasual, gaya vintage, dan athleisure semuanya dipengaruhi oleh rasa estetika dan apresiasi terhadap budaya lokal maupun global.

Di dunia hiburan, musik indie, hip-hop lokal, K‑pop, hingga gaming dan e‑sports menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kalcer. Hobi juga menjadi medan ekspresi kalcer: ngopi di kafe estetik, bersepeda, komunitas skate, hingga “healing getaway” di spot tersembunyi mencerminkan gaya hidup kalcer yang sadar estetika dan kreatif.

Tak kalah penting, kalcer juga menyentuh bahasa dan komunikasi; munculnya slang populer seperti “pov” atau “spill” di media sosial menunjukkan bahwa kalcer turut membentuk cara bicara Gen Z modern. Singkatnya, kalcer adalah cermin dari budaya Gen Z yang dinamis, digital, dan sangat estetik bukan hanya mengikuti tren, tetapi menjadikannya bagian dari identitas kolektif.