Portal News Day - Joko Widodo dianggap sebagai puncak kegagalan pilpres langsung yang diatur oleh UUD 2002, dengan berbagai isu yang mengalihkan perhatian publik dari substansi masalah yang lebih mendasar.
Belakangan ini, isu mengenai ijazah Jokowi menjadi sorotan, di mana banyak yang beranggapan bahwa ini merupakan taktik untuk menjaga citra dan pengaruhnya menjelang Pilpres mendatang. Hal ini dipandang sebagai bagian dari strategi untuk memenangkan anaknya, Gibran Rakabuming Raka, di Pilpres 2029.
Munculnya berbagai penyimpangan dalam sistem politik Indonesia sejak berlakunya UUD 1945 menjadi sorotan. Penyimpangan tersebut mencakup penurunan status MPR sebagai lembaga tertinggi, penghapusan GBHN, serta pengalihan kedaulatan rakyat kepada partai politik dalam pemilihan presiden. Selain itu, terdapat lembaga semi federal di tengah sistem yang seharusnya presidensial.
Penyimpangan-penyimpangan ini dianggap sebagai operasi besar untuk menguasai Indonesia. Isu seputar ijazah Jokowi dan kasus korupsi rezimnya menjadi hal yang diperhatikan, di mana ada upaya untuk menyelidiki dugaan keterlibatan Jokowi dalam kasus korupsi. M. Hatta Taliwang mengungkapkan bahwa semua strategi ini bertujuan untuk memastikan Jokowi tetap relevan di publik, dengan tujuan akhir mendukung Gibran di pemilihan mendatang.