Portal News Day - Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan bahwa mereka menguasai sepenuhnya Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintasinya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Penasihat Korps Garda Revolusi Islam Iran, Ibrahim Jabari, pada Selasa (3/3) waktu setempat. Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, menjadi jalur vital bagi perdagangan minyak dunia.
Jabari mengekspresikan pandangannya bahwa Amerika Serikat memiliki kepentingan besar terhadap minyak, dan menyatakan keputusan Iran untuk menutup Selat Hormuz bertujuan memberikan dampak terhadap AS. Ia memperkirakan bahwa penutupan jalur tersebut dapat menyebabkan lonjakan harga minyak mencapai sekitar Rp 3,3 juta per barel, yang berpotensi menimbulkan masalah dalam negeri bagi Amerika Serikat.
Saat ini, tujuh kapal tanker minyak dilaporkan terjebak di perairan Irak, menunggu dibukanya kembali Selat Hormuz akibat ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat.