Insentif Rp 6 Juta untuk SPPG Ditegaskan Sebagai Langkah Efisiensi APBN
Pemerintah menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya pembangunan SPPG ke pihak ketiga.
Red: Teguh Firmansyah
Kepala BGN, Dadan Hindayana
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemberian insentif sebesar Rp 6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai pro dan kontra. Bagi yang kontra, insentif ini terlalu berlebihan dan hanya memperkaya pihak-pihak tertentu.
Tapi sebaliknya bagi meereka pro, insentif ini justru membuat efisien anggaran pemerintah.
Baca Juga
Seskab Teddy Bantah Anggaran Pendidikan Dipangkas untuk MBG
Respons Gugatan MBG ke MK, Ini Penjelasan Banggar Soal Duduk Anggaran
MR DIY Resmikan Flagship Store ke-2 di Bekasi, Hadirkan 18 Ribu Produk di Gerai
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut insentif Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) strategis untuk mencegah pemborosan APBN.
Mengapa demikian? karena skema tersebut justru sebagai strategi efisiensi dan minim risiko untuk negara. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan duiit jor-joran buat bangun SPPG lantaran pengerjaan dan perawatan ditanggung pihak ketiga.
"Terdapat sejumlah prinsip mendasar dalam skema kemitraan tersebut. Pertama, Rp6 juta per hari bukanlah dana pembangunan dari APBN, melainkan bagian dari mekanisme pembayaran layanan atas SPPG yang telah berjalan. Seluruh proses pembangunan fisik dilakukan dengan investasi mandiri oleh mitra," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan, seluruh risiko ditanggung sepenuhnya oleh mitra, mulai dari risiko pembangunan, pelaksanaan operasional, evaluasi, hingga bencana alam.
Sebagai contoh, ketika salah satu SPPG di Aceh terdampak banjir hingga mengalami kerusakan, kerugian sepenuhnya menjadi tanggung jawab mitra dan bukan BGN. Mitra wajib membangun kembali tanpa tambahan beban anggaran negara.
“Seperti di Aceh ketika SPPG tersapu banjir, maka yang rugi adalah mitra bukan BGN, mereka harus bangun lagi. Jadi, kita memindahkan risiko total kepada mitra, oleh karena itu saya sampaikan Rp6 juta itu sangat efisien karena BGN tidak mengeluarkan satu rupiah pun untuk pemeliharaan, perbaikan dan lain-lain," ujar dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Ikuti Whatsapp Channel Republika
sumber : Antara
Advertisement
polemik mbg
bgn
insentif 6 juta
insentif 6 juta bgn
makan bergizi gratis
pembangunan sppg
Berita Terkait
News - 09 May 2026, 13:14
Harga Telur di Magetan Anjlok, Waka BGN Dorong SPPG Jatim Tingkatkan Penyerapan
News - 08 May 2026, 19:33
BGN: Uang Pemerintah Mengalir ke SPPG Sebesar Rp 1 Triliun per Hari
Ekonomi - 08 May 2026, 10:36
Pertamina-BGN Sinergikan Minyak Jelantah Jadi Energi Rendah Karbon untuk Bahan Bakar Pesawat
News - 07 May 2026, 18:49
Dirjen Pemasyarakatan Benarkan Ada Puluhan Lapas Bakal Kelola MBG
News - 05 May 2026, 18:39
BGN Goes to Campus di Unhas, Dorong Kampus Jadi Episentrum MBG Indonesia Timur
Ekonomi - 05 May 2026, 17:48
Menkeu: Belanja Program Makan Bergizi Gratis Dipastikan Lebih Efisien
Ekonomi - 05 May 2026, 17:06
BGN Dorong Kolaborasi ASEAN Perkuat Sistem Pangan dan Gizi
News - 05 May 2026, 11:19
BGN Jadi Potret Kolaborasi Aparat dan Sipil Tuntaskan Masalah Gizi
Berita Lainnya
News - Senin , 11 May 2026, 00:45 WIB
Kirab Budaya Cirebon Jembatani Sejarah dan Masa Depan
News - Senin , 11 May 2026, 00:30 WIB
Pengalaman Positif Susmiati dengan Layanan BPJS di RSUD Kotamobagu
News - Senin , 11 May 2026, 00:15 WIB
PPIH Imbau Jamaah Haji Kendalikan Komorbid dan Hindari Kelelahan
News - Senin , 11 May 2026, 00:00 WIB
Warga Tamalanrea Desak Pemerintah Tinjau Ulang Lokasi PLTSa
News - Ahad , 10 May 2026, 22:48 WIB
Bojan Hodak Puji Mental Persib Usai Taklukkan Persija




