Indonesia Siapkan 48 Atlet untuk Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026
Sumber Foto: ludus.id
Olahraga

Indonesia Siapkan 48 Atlet untuk Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026

LUDUS – Di ruang yang sama tempat berbagai peristiwa olahraga nasional bergema, Indonesia memilih untuk tidak setengah hati. Pada Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, 20–27 Februari 2026, tuan rumah memastikan satu sikap: menurunkan kekuatan penuh.

Foto/NOC Indonesia

Ketua Umum PB Ikasi Amir Yanto menegaskan Indonesia akan menerjunkan 24 atlet di kategori kadet dan 24 atlet di kategori junior. Mereka tampil di tiga nomor—floret, degen, dan sabel—baik individu maupun beregu, untuk putra dan putri. Sebagai tuan rumah, Indonesia memaksimalkan kuota 24 atlet di masing-masing kategori. “Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,” kata Amir Yanto saat jumpa pers di JCC Senayan, Kamis 19 Februari 2026.

Di balik angka 48 atlet itu, terselip ambisi yang tak kecil. Kejuaraan kali ini diikuti 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oseania. Sebuah kepadatan yang memperlihatkan betapa peta anggar Asia kian kompetitif. Amir tidak menutup mata: China, Jepang, dan Korea masih menjadi poros dominasi.

Foto/Istimewa

“Kita realistis, mereka masih mendominasi. Tapi mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,” ujarnya.

Realistis, tetapi bukan pasrah. Amir, yang juga mantan JAM Intel Kejaksaan Agung RI, menyebut persiapan tim dilakukan intensif melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Para atlet yang kini menghuni skuad Merah Putih sebelumnya melewati seleksi nasional (Seleknas) di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Dari sana, kerangka tim dibentuk. Beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, turut dipanggil memperkuat barisan.

“Kita ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,” kata Amir.

Foto/NOC Indonesia

Namun kejuaraan ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan regional. Statusnya masuk kalender federasi internasional. Artinya, para juara berpeluang lolos ke Youth Olympic Games 2026 di Dakar, Senegal. Bagi atlet usia muda, itu adalah pintu menuju panggung Olimpiade Junior—ruang yang jarang terbuka dua kali.

Karena itu, Amir meminta atlet tampil maksimal dan tidak rendah diri. “Dengan kepercayaan sebagai tuan rumah, ini harus menjadi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi. Mental harus kuat,” tegasnya. Di sinilah tekanan dan peluang berjalan berdampingan: bertanding di kandang sendiri, di hadapan publik sendiri, dengan tiket Dakar di depan mata.

Di antara 48 nama yang dipersiapkan, ada Jessika Emilia, atlet anggar putri Indonesia yang akan turun di nomor EP Putri. Ia baru tiba di lokasi pertandingan, tetapi memastikan persiapan berjalan sangat baik.

Foto/Istimewa

“Sejauh ini persiapan sangat baik ya, soalnya kita dari kemarin sore sudah nge-push buat latihan. Memang belum ketemu sama negara lain karena kita datang kemaleman. Tapi hari ini menurut saya sudah maksimal karena kita bisa sparring sama negara Taipe, India, UAE, dan lain-lain,” ujar Emilia.

Kesempatan sparring dengan Taipei, India, Uni Emirat Arab, dan negara lain dinilainya penting untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi sebelum benar-benar turun bertanding. Dalam anggar, sepersekian detik bisa menentukan; membaca gerak lawan sering kali lebih menentukan daripada sekadar kecepatan tangan.

Foto/Istimewa

Sebelum kejuaraan, Emilia dan tim menjalani program latihan jangka panjang. Latihan fisik dilakukan setiap hari demi menjaga daya tahan. Penguatan teknik menjadi fokus utama karena teknik dianggap sangat menentukan dalam pertandingan anggar. Ia sadar, di level Asia, kualitas lawan tidak main-main. Jepang, Korea, dan China memiliki standar permainan yang sangat tinggi. “Kalau menurut saya persaingan di sini sangat ketat ya, apalagi negara seperti Jepang, Korea, China itu sangat tinggi levelnya,” katanya.

Foto/NOC Indonesia/Rifqi Priadiansyah

Persiapan itu juga berlangsung dalam situasi khusus: para atlet tengah menjalani ibadah puasa. Endurance menjadi perhatian utama agar performa tetap stabil saat bertanding. Tubuh harus disiplin, pikiran tak boleh goyah. Dalam anggar, satu sentuhan bisa menjadi pembeda antara pulang dengan medali atau sekadar pengalaman.

Emilia bukan wajah baru di arena regional. Ia pernah tampil di Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 dan meraih perunggu. Pada kejuaraan ASEAN Senior di Bali, ia menembus babak 64 besar. Bekal pengalaman itu memberinya keyakinan. Target pribadinya sederhana tetapi tegas: mempersembahkan medali bagi Indonesia. “Targetnya semoga bisa bawa medali lah, apapun itu, satu, dua, tiga, semoga bisa bawa medali,” ungkapnya.

Foto/NOC Indonesia

Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di JCC Senayan akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi usia muda. Ia adalah pertemuan antara proses panjang pelatnas, hasil seleknas di Manado dan Bitung, pemanggilan atlet diaspora, serta ambisi realistis menembus tiga besar Asia. Di saat 801 atlet dari 26 negara datang membawa mimpi masing-masing, Indonesia memilih untuk berdiri penuh—48 atlet, semua nomor, individu dan beregu.

Dari Senayan, langkah itu dimulai. Dakar menunggu mereka yang mampu bertahan, menyerang, dan percaya diri di tengah dominasi raksasa Asia.

Daftar Atlet Indonesia di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026

Foto/Istimewa

SABRE CADET PUTRA

Indravarman Alexander Simanjuntak – Banten

Daryl Ferdinand Alvaro – DKI Jakarta

Rizki Aleikhem Rezandrea – Banten

Maxwell Hidayat – Banten

SABRE JUNIOR PUTRA

Indravarman Alexander Simanjuntak – Banten

Abdul Kholil – Sumatera Selatan

Azrael Arkana Halsanandita – Banten

Ramadhan Dharmalangit – Banten

SABRE CADET PUTRI

Emily Sidharta – Banten

Lee Xe Xuan – Banten

Isnada Fairuz Chalisa – Sumatera Selatan

Aretha Keisha Ramadhani – Jawa Tengah

SABRE JUNIOR PUTRI

Emily Sidharta – Banten

Isnada Fairuz Chalisa – Sumatera Selatan

Flo Angela Eunice – Banten

Lee Xe Xuan – Banten

EPEE CADET PUTRA

Tristan Alexander Adidarma – Banten

Made R. Lakshman Purwantara – Bali

Christover Oktura Surya Wijaya – DIY

Alden Samuel Mahardita – DIY

EPEE JUNIOR PUTRA

Arval Raziel Ridwan Sundara – PB IKASI

Tristan Alexander Adidarma – Banten

Made R. Lakshman Purwantara – Bali

Lin Hai Rui – Babel

EPEE CADET PUTRI

Larasati F. Putri Kirana – DKI

Celestyn Ivana Adelia – DIY

Christania Julia Esterlin Mait – Jawa Tengah

Sasyakinara Rezkia Zaman – Sumatera Selatan

EPEE JUNIOR PUTRI

Fadilah Aprilia – Jawa Timur

Jessika Emilia – Jawa Timur

Ivana Adelia Celestyn – DIY

Christania Julia Esterlin Mait – Jawa Tengah

FOIL CADET PUTRA

Foto/NOC Indonesia

William Michaelson Susanto – DKI Jakarta

Clifford L. Junior Rikoemahoe – DKI Jakarta

Kevan Dzaki Ksatria – DKI Jakarta

Derrick Xie – Banten

FOIL JUNIOR PUTRA

Kornelius Immanuel Bagastian – DKI Jakarta

Clifford L. Junior Rikoemahoe – DKI Jakarta

Derrick Xie – Banten

Zaydan Kariim – Jawa Timur

FOIL CADET PUTRI

Riley Faith Kumalaputra – DKI Jakarta

Georgia Zuri Adidarma – Banten

Hwita Tjiu Mahdhi – PB IKASI

Aimee Sidharta – Banten

FOIL JUNIOR PUTRI

Riley Faith Kumalaputra – DKI Jakarta

Georgia Zuri Adidarma – Banten

Siti Putri Amelia – Sumatera Selatan

Lauren Catherine Poei – PB IKASI

Silakan kunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga bela diri berkualitas dari sejumlah brand ternama.

Anda juga bisa mengunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial)

APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?

Sukai Artikel6 pembaca

MULAI BAGIKAN

FacebookWhatsAppTelegramLinkedInEmail

Response (0)

Kirim

Login untuk berkomentar

Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.

Login dengan Google

No comments yet. Be the first to comment!