India Pimpin Pertumbuhan Industri Penerbangan Asia
Sumber Foto: IndoAviation Plus
Internasional

India Pimpin Pertumbuhan Industri Penerbangan Asia

IndoAviation Plus – Kawasan Asia semakin mengukuhkan posisinya sebagai mesin utama pertumbuhan aviasi komersial global. Dalam pergeseran dinamika pasar terbaru, India kini tampil sebagai pusat kekuatan baru yang memimpin ekspansi penerbangan dunia, bersanding dengan Tiongkok dan Asia Tenggara.

Berdasarkan laporan whitepaper Alton Aviation Consultancy yang dirilis di Singapore Airshow 2026, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara diproyeksikan akan menyumbang delapan dari sepuluh pasar perjalanan udara dengan pertumbuhan tercepat di dunia pada periode 2024 hingga 2044.

Secara khusus, laporan tersebut menyoroti India sebagai salah satu pasar penerbangan dengan akselerasi tertinggi di dunia saat ini. Lonjakan permintaan yang agresif di negara tersebut ditopang secara langsung oleh fundamental ekonomi makro yang kuat serta pertumbuhan jumlah kelas menengah yang masif.

“Kisah perjalanan udara di Asia kini tidak lagi hanya tentang Tiongkok. Pertumbuhan yang kita lihat di Asia Selatan dan Asia Tenggara sangat luas,” kata Managing Director Alton Aviation Consultancy untuk kantor Singapura, Mabel Kwan.

Kwan menjelaskan bahwa maskapai penerbangan merespons pertumbuhan tersebut dengan berbagai langkah strategis, mulai dari memasuki pasar baru, memperbarui armada, hingga menjalin kemitraan yang mencerminkan dinamika persaingan kawasan. Di luar India dan Tiongkok, Asia Tenggara turut dicatat sebagai kawasan pertumbuhan baru yang dipimpin oleh Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

Baca juga: Boeing: Indonesia Akan Jadi Pendorong Pertumbuhan Perjalanan Udara di Asia Pasifik

Secara keseluruhan, lalu lintas penerbangan internasional di Asia-Pasifik tumbuh sebesar 8,0 persen sepanjang tahun 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan global yang berada di angka 6,8 persen. Ekspansi ini didukung oleh pembukaan lebih dari 600 rute baru sejak 2015, yang dinilai secara signifikan telah meningkatkan konektivitas intra-regional.

Laporan Alton juga mencatat adanya peluang optimalisasi rute-rute baru yang selama ini kurang terlayani (underserved). Kehadiran pesawat berbadan sempit (narrowbody) berdaya jelajah jauh kini memungkinkan maskapai untuk membuka layanan penerbangan langsung (point-to-point) antarkota sekunder secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Sementara itu dii sektor logistik, kawasan Asia-Pasifik kini menguasai sekitar 40 persen dari total permintaan angkutan barang (freight) global, menegaskan peran krusial Asia dalam rantai pasok dunia.

Meski angka permintaan terus meningkat tajam, industri penerbangan Asia tidak terlepas dari tekanan. Managing Director Alton Singapura, Adam Cowburn, mengingatkan adanya tantangan margin finansial akibat tekanan biaya operasional yang memicu gelombang konsolidasi maskapai di Asia.

“Seiring dengan ketatnya persaingan dan kendala finansial yang terus berlanjut, konsolidasi telah menjadi kebutuhan strategis bagi banyak maskapai penerbangan di Asia,” ujar Cowburn.

Sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan operasional ini, pemerintah dan operator bandara di seluruh kawasan Asia didorong untuk memacu program infrastruktur berskala besar dan mengadopsi teknologi generasi terbaru guna meningkatkan kapasitas ruang udara, efisiensi harian, serta kenyamanan penumpang.

Foto: Air India.

Share:

WhatsApp

Telegram

X

Facebook

Print

Air India Alton Aviation berita aviasi berita penerbangan