Hong Kong Kuasai Kejuaraan Anggar Asia 2026, China Tersisih
LUDUS – Peta persaingan berubah hanya dalam tempo sehari di lantai arena JCC, Jakarta. Jika pada pembukaan China tampil dominan dan memimpin perolehan medali, maka Sabtu, 21 Februari 2026, giliran Hong Kong yang mengambil alih kendali. Dua emas tambahan pada hari kedua Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 cukup untuk membalikkan klasemen—dan mengirim pesan bahwa mereka datang bukan sekadar sebagai peserta, melainkan penantang serius di kawasan Asia Pasifik.
Foto/PB IKASI
Kejuaraan yang mempertemukan negara-negara Asia Pasifik itu sejak awal menjanjikan persaingan ketat. Sehari sebelumnya, dari tiga emas yang diperebutkan, Hongkong membawa pulang satu. China kala itu memimpin dengan dua emas. Namun dinamika anggar selalu ditentukan oleh detail: satu tusukan bersih, satu momentum serangan balik, satu ketenangan di detik terakhir. Dan pada hari kedua, detail-detail itu berpihak kepada Hongkong.
Kini Hongkong memimpin klasemen dengan total tiga emas. China, yang sehari sebelumnya berada di puncak, harus turun ke posisi kedua. Korea Selatan menguntit di peringkat ketiga dengan satu emas.
Dua emas Hongkong pada Sabtu itu lahir dari dua nomor berbeda, dua karakter permainan, namun satu pola yang sama: kontrol di partai puncak. Fan Bo Yee memastikan emas di nomor kadet foil (floret) putri. Dalam final menghadapi Tie Zhihe dari China, Fan menang 15–12. Skor yang tampak ketat, tetapi memperlihatkan kematangan membaca tempo. Fan tak terpancing duel terbuka terlalu dini; ia memilih menjaga jarak, menunggu celah, lalu menusuk pada saat yang presisi.
Foto/PB IKASI
Di nomor kadet epee (degen) putra, dominasi Hong Kong bahkan terasa lebih gamblang. Final mempertemukan dua atlet mereka sendiri: Chui Kai Chit Curtis melawan Wong Pak Yiu. Dalam duel sesama senegara itu, Chui tampil lebih efektif dan menang telak 15–9. Kemenangan ini bukan sekadar menambah emas, tetapi juga menegaskan kedalaman skuad Hong Kong di sektor epee putra—mereka tak hanya memiliki satu finalis, melainkan dua.
Satu emas lain pada hari kedua menjadi milik Kim Doeon dari Korea Selatan di nomor saber (sabel) putra. Ia menghentikan upaya China untuk kembali menambah emas lewat Situ Baiheng. Kim tampil agresif sejak awal dan unggul jauh 15–8. Kemenangan ini mengangkat Korea Selatan ke posisi ketiga klasemen, sekaligus menghambat ambisi China untuk merebut kembali puncak.
BACA JUGA: Sekjen FIE Puji, Okto Apresiasi Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2025
Foto/PB IKASI
China, yang memulai kejuaraan dengan dua emas dan status pemimpin klasemen, kini berada dalam posisi mengejar. Kekalahan Tie Zhihe dari Fan Bo Yee serta tumbangnya Situ Baiheng oleh Kim Doeon membuat peluang mereka menambah dominasi tertahan. Dalam turnamen dengan jadwal padat dan tekanan tinggi seperti ini, perubahan sehari bisa menggeser seluruh narasi.
Kejuaraan belum selesai. Pada Minggu, 21 Februari 2026, nomor beregu akan dipertandingkan untuk degen putri, floret putra, dan sabel putri. Nomor beregu kerap menjadi panggung berbeda: strategi kolektif, rotasi pemain, dan daya tahan mental tim menentukan hasil akhir. Jika nomor perorangan menuntut ketajaman individu, maka beregu menguji kedalaman dan kekompakan.
BACA JUGA: Bidik Youth Olympic Dakar, Ini Daftar 48 Atlet Indonesia di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026
Foto/PB IKASI
Untuk saat ini, Hongkong berdiri di puncak dengan tiga emas. China membuntuti di posisi kedua. Korea Selatan menempel di peringkat ketiga dengan satu emas. Tapi seperti yang diperlihatkan dalam dua hari pertama di JCC, Jakarta, klasemen di kejuaraan ini bukan sesuatu yang beku. Ia bergerak cepat—secepat tusukan foil, secepat serangan saber, secepat refleks epee.
Hasil Pertandingan Sabtu (21/2/2026)
Foto/PB IKASI
Kadet Putri Foil (Floret):
Emas: Fan Bo Yee (Hong Kong)
Perak: Tie Zhihe (China)
Perunggu: Goyo Yui (Jepang), Leung Yan Kiu Zareena (Hong Kong)
Foto/PB IKASI
Kadet Putra Epee (Degen):
Emas: Chui Kai Chit Curtis (Hong Kong)
Perak: Wong Pak Yiu (Hong Kong)
Perunggu: Robin Sora (Australia), HO Shing Fung Anthony (Hong Kong)
Foto/PB IKASI
Kadet Putra Saber (Sabel):
Emas: Kim Doeon (Korea Selatan)
Perak: Situ Baiheng (China)
Perunggu: Kaiym Aibar (Kazakhstan) dan Yip Shing Chi (Hong Kong).
Foto/PB IKASI
Klasemen Sementara Perolehan Medali:
Hong Kong: 3 emas - 2 perak - 3 perunggu: Total 8
China: 2 - 3 - 1 : 6
Korsel: 1 - 1 - 2 : 4
Jepang: 0 - 0 - 2 : 2
Australia: 0 - 0 - 2 : 2
Kazakhstan: 0 - 0 - 1 : 1
Singapura: 0 - 0 - 1 : 1
Silakan kunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga bela diri berkualitas dari sejumlah brand ternama.
Anda juga bisa mengunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial)




