Gibran Dianggap Beban bagi Prabowo di Pilpres 2029
Portal News Day - Oleh: | Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul dan mantan Dekan Fikom IISIP
Prabowo Subianto idealnya tidak bersama Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.
Ada beberapa pertimbangannya.
Pertama, Gibran diperkirakan elektoralnya akan tetap rendah hingga tahun 2029. Hal itu berpeluang terjadi karena kinerjanya sebagai wapres diperkirakan akan tetap rendah seperti saat ini.
Dengan elektoral rendah, Gibran akan menjadi beban bagi Prabowo. Sebab, Gibran tak membantu Prabowo untuk mendongkrak elektoralnya.
Dua, partai koalisi berpeluang pecah bila Prabowo tetap didampingi Gibran pada Pilpres 2029. Peluang ini akan sangat terbuka bila ada ketua umum dari partai koalisi elektoralnya mengungguli Gibran.
Saat ini saja, elektoral Gibran dibawah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Peluang elektoral AHY akan terus melejit seiring kinerjanya yang dinilai baik oleh publik.
Kalau elektoral AHY atau ketua umum partai lain lebih baik dari Gibran, tentu Prabowo akan dinilai tidak adil bila tetap bersama Gibran. Hal ini bisa saja membuat sebagian partai koalisi pisah kongsi dengan Prabowo.
Tiga, bila Prabowo tetap bersama Gibran, maka dukungan terhadap pasangan ini diperkirakan akan turun drastis. Sebab, Prabowo akan dinilai masih bayang-bayang Joko Widodo.
Setidaknya publik yang sudah alergi dengan Jokowi, sangat berpeluang tidak akan memilih Prabowo. Bagi kelompok publik ini, siapa saja yang dekat dengan Jokowi harus dijauhi.
Publik yang alergi dengan Jokowi dari hari ke hari terus bertambah. Kelompok publik ini harus diperhitungkan Prabowo bila ingin tetap menang pada Pilpres 2029.
Empat, Prabowo berpasangan dengan Gibran, sama saja memberi karpet merah kepada anak Jokowi tersebut. Sebab, Gibran akan berpeluang mulus untuk jadi presiden pada Pilpres 2034.
Hal itu akan menguatkan publik untuk memilih Prabowo. Sebab, memilih pasangan Prabowo-Gibran sama saja memuluskan Gibran untuk Pilpres 2034.
Karena itu, kesalahan fatal bagi Gerindra bila tetap memaksanakan Prabowo berpasangan dengan Gibran. Sebab, Gerindra memberi karpet merah ke Gibran untuk dengan mudah menjadi Presiden pada tahun 2034.
Jadi, kalau Prabowo mau mulus pada Pilpres 2029, seharusnya tidak berpasangan dengan Gibran. Sebab, Gibran akan menjadi kartu mati bagi Prabowo bila maju kembali pada Pilpres 2029.




