FKDC Cirebon Laksanakan Sosialisasi Capaian Project SOLIDER Fase 2
RRI.CO.ID, Cirebon - Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) menggelar Rapat Koordinasi Project SOLIDER Fase 2 sekaligus sosialisasi capaian program di Aula BAPPRIDA Kabupaten Cirebon pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi antara FKDC dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif di Kabupaten Cirebon.
Informasi mengenai kegiatan dan capaian program ini diperoleh dari keterangan tertulis Ketua Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC), Abdul Mujib, yang disampaikan pada Kamis, 5 Februari 2026. Dalam keterangannya, Abdul Mujib menyampaikan bahwa selama dua tahun pelaksanaan Project SOLIDER telah membawa perubahan nyata bagi difabel di desa.
Menurut Abdul Mujib, perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya keberanian difabel untuk berpartisipasi dalam ruang sosial serta semakin diakuinya Kelompok Difabel Desa (KDD). “Perubahan yang terjadi bukan hanya soal jumlah kegiatan, tetapi bagaimana difabel mulai berani bersuara dan Kelompok Difabel Desa semakin diakui keberadaannya,” katanya.
Dalam keteranganya tersebut juga dijelaskan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, yang mendorong keterlibatan difabel dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pelatihan gamelan bagi difabel yang kemudian mendapat perhatian pemerintah daerah dan mendorong keterlibatan Kelompok Difabel Desa dalam program PKK.
Ia juga menyampaikan bahwa praktik baik yang dilakukan FKDC bersama SIGAB Indonesia mendapat apresiasi dari pemangku kepentingan daerah dan dinilai sejalan dengan visi pembangunan inklusif. Program desa inklusif diharapkan dapat menjadi acuan pengembangan pembangunan sosial di Kabupaten Cirebon.
Selain itu, dukungan lintas sektor juga disebut terus menguat, termasuk dari perangkat daerah yang berkaitan dengan layanan kesehatan, sosial, pemberdayaan ekonomi, dan komunikasi publik. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program inklusi bagi difabel.
“Project SOLIDER bukan sekadar program, tetapi tentang martabat, penghargaan, dan harapan agar inklusi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Abdul Mujib dalam keterangan tertulisnya.




