FGD Inovasi Daerah: Kolaborasi untuk Penguatan Ekosistem Berkelanjutan
Portal News Day - JurnalPost.com – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga menjadi tuan rumah Forum Group Discussion (FGD) Kajian Pemetaan Inovasi Daerah yang digelar pada Kamis, 27 November 2025, di Surabaya. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan Bappeda/Bapperida, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur untuk berbagi praktik baik, tantangan, dan strategi penguatan ekosistem inovasi daerah.
Diskusi sesi pertama menyoroti dukungan dan ekosistem institusi dalam mendorong inovasi. Perwakilan Bappeda Banyuwangi menyampaikan bahwa inovasi telah menjadi budaya kerja di daerahnya. Berbagai terobosan lahir untuk menjawab persoalan publik, meski regulasi formal seperti perda inovasi masih dalam proses. Saat ini, inovasi diampu melalui peraturan bupati, dengan pendekatan “inovasi berjalan lebih dulu, payung hukum menyusul.” Salah satu inovasi yang mendapat penghargaan adalah “Janji Cinta” dalam ajang Inotec, yang diharapkan memberi efek bergulir meski dampak makronya masih berproses.
Dari Bappeda Probolinggo disampaikan bahwa setiap tahun digelar ajang inovasi daerah. Para inovator yang lolos penghargaan difasilitasi pengurusan hak cipta serta diseminasi melalui berbagai kanal, termasuk podcast. Tahun 2024, dibentuk Asosiasi Inovator (AIPRO) yang melibatkan unsur akademisi guna memperkuat kolaborasi dan pertukaran gagasan. Pemerintah daerah juga memberikan insentif berupa tambahan TPP 20–30 persen bagi juara tingkat kabupaten. Contoh inovasi berdampak antara lain budidaya udang vaname dari Dinas Perikanan yang direplikasi ke wilayah Pantura, serta inovasi pengolahan kolagen dari sisik ikan.
Sementara itu, Bappeda Ngawi mengakui bahwa budaya inovasi masih dalam tahap penguatan. Banyak inovasi lahir dari inisiatif individu masyarakat, sementara OPD mulai membangun sistem pelaporan rutin berbasis indikator IGA. Pendekatan yang digunakan serupa, yakni inovasi dijalankan terlebih dahulu, kemudian diformalkan melalui peraturan bupati.
Berbeda dengan daerah lain, Bappeda Lamongan telah memiliki payung hukum berupa Perda tentang Inovasi Daerah serta Perbup Nomor 27 Tahun 2023. Inovasi juga telah terintegrasi dalam RPJMD dan Renstra Bappelitbangda. Pemerintah Kabupaten Lamongan menyediakan reward berupa uang pembinaan dan piagam penghargaan. Salah satu inovasi unggulan, sereh wangi, berhasil meraih juara tiga dalam ajang Megnotec.
Dari Madura, Bapperida Bangkalan melaporkan bahwa pada 2023 terdapat 22 inovasi yang dikirimkan ke IGA. Regulasi telah tersedia dalam bentuk perbup, dengan komitmen kepala daerah dan pendekatan pentahelix sebagai penguat ekosistem. Program Gebyar Inovasi Pendidikan dan diseminasi inovasi kesehatan terus dilakukan. Inovasi daun agel bahkan masuk Top 15 nasional, meski tantangan adopsi teknologi oleh masyarakat masih menjadi catatan. Tahun 2025, Bangkalan juga mengembangkan inovasi Command Center untuk penguatan layanan publik berbasis data.
Bappeda Tuban telah memiliki Perda Nomor 10 Tahun 2020 tentang Inovasi Daerah serta perbup pendukung. Lomba inovasi rutin digelar dengan kategori OPD. Hingga 2025, Tuban memfasilitasi dua HKI komunal dan 17 hak cipta, bekerja sama dengan perguruan tinggi. Reward berupa uang pembinaan dan fasilitasi HKI menjadi bentuk apresiasi bagi inovator.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa inovasi diarahkan untuk memberi dampak makro. Melalui lomba inovasi “Suroboyo” sejak 2022, berbagai kampung tematik dibentuk agar masyarakat dapat menunjukkan kreativitas dan kemandirian. Surabaya telah memiliki peraturan wali kota terkait inovasi dan tengah mengajukan perda. Ekosistem inovasi diperkuat melalui pameran yang mempertemukan inovator dengan dunia usaha. Inovasi padat karya serta inovasi data Surabaya menjadi contoh terobosan yang dirancang untuk memperkuat tata kelola berbasis data dan pemberdayaan masyarakat.
Perangkat daerah lain turut memaparkan kontribusinya. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengampu inovasi di bidang kepemudaan, keolahragaan, dan kepramukaan, termasuk inovasi POM yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya. Sementara itu, Bapperida Pacitan menyampaikan bahwa transformasi kelembagaan dari balitbang menjadi Bapperida memperkuat peran inovasi. Perbup telah tersedia, perda masih berproses, dan ajang Sinovac mengacu pada indikator IGA. Inovasi Jarik Wiru yang diinisiasi sekolah di Arjosari menjadi contoh praktik baik berbasis pendidikan.
Dari Pamekasan, EJSC memperkenalkan inovasi kain batik kontemporer yang memadukan grafis dan kaligrafi sebagai bentuk pembaruan desain wastra oleh seniman muda. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi daerah tidak hanya berfokus pada layanan publik, tetapi juga penguatan ekonomi kreatif dan identitas budaya.
Baca Juga
Ketika Pajak Tidak Kembali Menjadi Keadilan
Ogan Ilir Tekan Inflasi dan Dongkrak Produksi Pangan Lewat Inovasi Digital GARDU KETAPANG
Secara umum, FGD ini menegaskan beberapa pola bersama. Pertama, banyak daerah menerapkan pendekatan “inovasi dulu, regulasi menyusul,” dengan perbup sebagai payung awal sebelum perda disahkan. Kedua, reward dan fasilitasi HKI menjadi instrumen penting untuk menjaga motivasi inovator. Ketiga, kolaborasi pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media—menjadi fondasi penguatan ekosistem inovasi.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan SDM, rendahnya adopsi teknologi oleh masyarakat, hingga kebutuhan integrasi inovasi agar berdampak makro. Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun strategi bersama, sehingga inovasi daerah tidak berhenti pada ajang penghargaan, melainkan benar-benar berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Tags: Berita Inovasi Universitas Airlangga




