Fenomena Pintu Tertutup Sendiri di Lokasi Kasus Mutilasi Tiara: Penjelasan dari Mantan Penghuni Kosan
Sumber Foto: Wartakotalive.com
Pintu Informasi

Fenomena Pintu Tertutup Sendiri di Lokasi Kasus Mutilasi Tiara: Penjelasan dari Mantan Penghuni Kosan

Suasana rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi yang menimpa Tiara Angelina Saraswati pada 31 Agustus 2025 di sebuah kosan di Jalan Lidah Wetan, Lakasantri, Surabaya, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika pintu kosan tertutup sendiri secara misterius saat proses rekonstruksi berlangsung. Kejadian ini sempat menimbulkan spekulasi adanya unsur mistis di lokasi kejadian.

Pada Rabu, 17 September 2025, saat rekonstruksi yang melibatkan pelaku Alvi Maulana (24) berlangsung, momen pintu yang terbuka dan tertutup sendiri ini menjadi viral di media sosial. Banyak orang yang terkejut dan merinding melihat video siaran langsung yang memperlihatkan fenomena tersebut, termasuk petugas kepolisian dari Polres Mojokerto yang hadir di lokasi.

Klarifikasi dari Mantan Penghuni

Menanggapi kabar mengenai kemungkinan adanya hal mistis, seorang mantan penghuni kosan bernama Fenti memberikan klarifikasi melalui akun TikTok-nya. Fenti, yang mengaku telah tinggal di kosan tersebut selama lima tahun bersama suaminya sebelum pindah pada Maret 2024, menjelaskan bahwa fenomena pintu tertutup sendiri bukanlah hal yang aneh.

“Selama aku tinggal di sana lima tahun itu memang pintunya kayak gitu. Pintunya kena angin dikit itu kayak nutup,” ungkap Fenti dalam video yang diunggahnya. Dia menekankan bahwa pengalaman tersebut merupakan hal yang biasa dan tidak ada yang perlu dicemaskan.

Rekonstruksi Kasus Mutilasi

Rekonstruksi kasus ini dilakukan untuk membantu pihak kepolisian dalam memahami kronologi peristiwa yang terjadi. Alvi Maulana diduga telah melakukan tindak kejahatan yang sangat kejam terhadap pacarnya, Tiara Angelina Saraswati, yang menimbulkan rasa duka dan keprihatinan di kalangan masyarakat.

Meskipun momen pintu tertutup sendiri sempat mengundang beragam reaksi dari publik, penjelasan Fenti memberikan perspektif baru bahwa kejadian tersebut mungkin lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yaitu hembusan angin, ketimbang hal-hal mistis yang selama ini banyak dibicarakan.