Fatayat NU Bantul Kampanyekan Rumah Ibadah Inklusif untuk Difabel
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Fatayat NU Bantul Kampanyekan Rumah Ibadah Inklusif untuk Difabel

RRI.CO.ID, Bantul - Dalam rangka memperingati Hari Kursi Roda Internasional, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bantul bersama UCP Roda untuk Kemanusiaan, Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA), dan Komunitas Pengguna Kursi Roda melakukan kunjungan advokasi ke sejumlah rumah ibadah di Kabupaten Bantul pada Jumat, 6 Maret 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan di Masjid Agung Manunggal Bantul serta Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Klodran Bantul. Kegiatan ini bertujuan mendorong terwujudnya rumah ibadah yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas serta kelompok rentan.

Ketua PC Fatayat NU Bantul, Umi Masruroh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap aksesibilitas penyandang disabilitas dalam menjalankan ibadah. “Selain memperingati Hari Kursi Roda Internasional, kegiatan ini juga menjadi bagian dari advokasi Fatayat NU Bantul untuk mendorong rumah ibadah yang inklusif bagi difabel dan kelompok rentan,” ujarnya.

Kunjungan pertama dilakukan di Masjid Agung Manunggal Bantul. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Manunggal Bantul, Dr. K.H. Habib Abdus Syakur, M.Ag. Dalam pertemuan tersebut, rombongan menyampaikan tujuan kegiatan sekaligus berbagai hambatan yang masih dialami penyandang disabilitas saat beribadah di masjid.

Ketua DKM menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi masukan yang disampaikan. Menurutnya, berbagai keluhan dan saran tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pengurus masjid untuk melakukan pembenahan sarana dan prasarana agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas.

Ia juga menyampaikan rencana untuk menindaklanjuti masukan tersebut melalui koordinasi dengan pengurus masjid serta Pemerintah Daerah guna mendukung perbaikan fasilitas yang lebih inklusif. Diharapkan, Masjid Agung Manunggal Bantul dapat menjadi salah satu role model masjid ramah difabel di Kabupaten Bantul.

Selain itu, pihak pengurus masjid juga berencana menggelar kegiatan buka puasa bersama yang inklusif dengan melibatkan komunitas pengguna kursi roda di Kabupaten Bantul.

Setelah dari masjid, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Klodran Bantul. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Pastor Kepala Paroki, Romo Agustinus Toto Supriyanto, bersama jajaran pengurus gereja.

Dalam pertemuan tersebut, Romo Agustinus Toto Supriyanto mengapresiasi kunjungan Fatayat NU Bantul beserta rombongan. Ia menyampaikan keterbukaan pihak gereja terhadap berbagai masukan terkait peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, Gereja Katolik Santo Yakobus Klodran telah berupaya menghadirkan sejumlah fasilitas ramah difabel, di antaranya penyediaan jalur ram untuk kursi roda di area gereja, layanan juru bahasa isyarat saat misa, kursi prioritas bagi pengguna kursi roda, serta layar teks bagi jemaat tuli agar dapat mengikuti khotbah. Selain itu, gereja juga memiliki program pemberdayaan ekonomi serta kunjungan pastoral bagi Umat Berkebutuhan Khusus (UBK).

Melalui kunjungan ini, diharapkan semakin banyak rumah ibadah di Kabupaten Bantul yang memperhatikan aspek aksesibilitas, sehingga semua umat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan setara tanpa hambatan.