Enrekang Serap Rp 5,64 Triliun APBN 2025, Capai 97,89 Persen
Sumber Foto: katasulsel.com
Ekonomi

Enrekang Serap Rp 5,64 Triliun APBN 2025, Capai 97,89 Persen

Portal News Day - Enrekang, Katasulsel.com — Di balik bentang alam pegunungan dan jalur strategis menuju Toraja, Kabupaten Enrekang ternyata ikut berada dalam pusaran triliunan rupiah uang negara sepanjang 2025.

Data dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Parepare mencatat realisasi belanja APBN wilayah Ajatappareng—Parepare, Barru, Sidrap, Pinrang, dan Enrekang—mencapai Rp 5,64 triliun atau 97,89 persen dari total pagu Rp 5,76 triliun.

Angka itu nyaris sempurna. Dan Enrekang menjadi salah satu daerah yang ikut menikmati aliran dana tersebut.

“Total belanja pemerintah pusat dan daerah tahun 2025 itu Rp 5,76 triliun. Yang terealisasi Rp 5,64 triliun atau 97,89 persen,” ujar Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Parepare, Hendy Aji Anggoro, Jumat (27/2/2026).

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Tellu Limpoe (H. Ridwan Bachtiar, SE, M.Si) - 2438 suara 🔹 Pitu Riase (Andi Mukti Ali, S.IP, M.Si) - 1984 suara 🔹 Maritengngae (Firman, SE, M.M) - 533 suara

Baranti

Hj. Masturah, S.Pt Dua Pitue

Andi Purnamasari, S.IP Kulo

Muhamamd Arisal Saad, S.Sos, S.Pd, M.Pd Maritengngae

Firman, SE, M.M Panca Lautang

H. Muh. Basri R, S.Pi, M.Si Panca Rijang

Faradillah Bakri, SKM, M.M Pitu Riase

Andi Mukti Ali, S.IP, M.Si Pitu Riawa

Ali Husain, S.IP, MM Tellu Limpoe

H. Ridwan Bachtiar, SE, M.Si Watang Pulu

Mansyur, S.Pd, M.Pd Watang Sidenreng

Andi Saifullah, S.IP Vote

Baranti

Hj. Masturah, S.Pt

76 suara (1%)

Dua Pitue

Andi Purnamasari, S.IP

457 suara (7%)

Kulo

Muhamamd Arisal Saad, S.Sos, S.Pd, M.Pd

38 suara (1%)

Maritengngae

Firman, SE, M.M

533 suara (8%)

Panca Lautang

H. Muh. Basri R, S.Pi, M.Si

205 suara (3%)

Panca Rijang

Faradillah Bakri, SKM, M.M

108 suara (2%)

Pitu Riase

Andi Mukti Ali, S.IP, M.Si

1984 suara (30%)

Pitu Riawa

Ali Husain, S.IP, MM

447 suara (7%)

Tellu Limpoe

H. Ridwan Bachtiar, SE, M.Si

2438 suara (37%)

Watang Pulu

Mansyur, S.Pd, M.Pd

206 suara (3%)

Watang Sidenreng

Andi Saifullah, S.IP

44 suara (1%)

Dari total itu, belanja pemerintah pusat memiliki pagu Rp 1,4 triliun dengan realisasi Rp 1,349 triliun atau 96,38 persen. Sementara Transfer ke Daerah (TKD) jauh lebih besar: Rp 4,49 triliun dengan realisasi Rp 4,36 triliun atau 98,37 persen.

Bagi Enrekang—daerah agraris yang bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan—transfer pusat menjadi salah satu penopang utama pergerakan ekonomi daerah.

Belanja bantuan sosial mencatat realisasi 100 persen. Belanja pegawai 98 persen. Belanja barang 97 persen. Sedangkan belanja modal, yang biasanya terkait pembangunan fisik, terealisasi 88 persen.

Belanja modal inilah yang kerap disorot. Karena dari situlah pembangunan terlihat nyata—sarana publik, fasilitas pelayanan, hingga penguatan infrastruktur dasar.

Hendy mengakui ada sedikit penurunan performa dibanding 2024. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah kebijakan pusat terkait Dana Desa yang tidak sepenuhnya dicairkan.

“Tahun ini agak terhambat. Ada Dana Desa yang tidak jadi dicairkan. Itu tentu berpengaruh pada realisasi TKD,” jelasnya.

Dana yang tidak terserap itu, lanjutnya, tidak hilang. Melainkan kembali ke kas negara sebagai sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA).

Bagi Enrekang, setiap rupiah transfer pusat berarti. Karena di daerah dengan kontur geografis menantang, pembangunan membutuhkan dukungan fiskal yang stabil.

Serapan 97,89 persen mungkin hanya angka di atas kertas. Tapi bagi masyarakat Enrekang, itu berarti gaji yang terbayar, bantuan yang tersalurkan, dan pembangunan yang terus bergerak. (*)