Dukungan Program MBG Terhadap Gizi dan Pendidikan Ditegaskan di Tengah Kritik
Ekonomi

Dukungan Program MBG Terhadap Gizi dan Pendidikan Ditegaskan di Tengah Kritik

Portal News Day - Program MBG mampu berikan domino efek positif untuk masyarakat

Red: Intan Pratiwi

Sejumlah santri menyantap menu Makanan Bergizi Gratis saat berbuka puasa di Pondok Modern Tahfidz Nurul Jannah Manokwari, Papua Barat, Senin (23/2/2026). SPPG Borasi Manokwari menyalurkan sebanyak 60 paket MBG bagi para santri di pesantren selama Ramadhan, guna memastikan pemenuhan gizi tetap optimal saat berpuasa.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Polemik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di ruang publik menyusul kritik sejumlah politisi yang menilai skema pendanaannya berpotensi mengganggu anggaran pendidikan nasional. Namun, tudingan bahwa MBG menggerus alokasi pendidikan dinilai tidak sejalan dengan data fiskal pemerintah.

Pengamat sosial dan kebijakan publik dari Kader Literasi Indonesia Maju (KALIMA), Aiman Adnan, mengatakan perdebatan mengenai MBG seharusnya diletakkan dalam kerangka data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara menyeluruh, bukan pada satu pos anggaran secara terpisah.

“Anggaran pendidikan tidak berkurang, justru naik. Ini fakta APBN, bukan tafsir,” kata Aiman di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Sebelumnya, sejumlah politisi dari PDI Perjuangan mempersoalkan penggunaan anggaran MBG yang dinilai berpotensi mengurangi ruang fiskal untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kritik tersebut memicu perdebatan mengenai prioritas belanja negara.

Menurut Aiman, program MBG justru dapat dipandang sebagai intervensi sosial yang mendukung kualitas pendidikan. Ia menilai pemenuhan gizi anak merupakan prasyarat dasar agar proses belajar berjalan efektif.

“Kalau ada politisi mengaku peduli pendidikan tapi tidak rela anak kenyang sebelum belajar, publik wajar bertanya: pendidikan versi siapa yang sedang mereka bela?” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa MBG bukan kebijakan sepihak. Program tersebut, kata dia, telah melalui pembahasan dan persetujuan bersama antara pemerintah dan DPR.

“MBG dibahas, disetujui, dan diketok bersama di DPR. Dan di DPR itu termasuk fraksi yang sekarang paling keras menyerang,” katanya.

Aiman menilai konsistensi sikap politik perlu menjadi perhatian publik. “Kalau sekarang MBG disebut bermasalah, pertanyaannya sederhana: kenapa dulu setuju? Ini seperti menandatangani kwitansi, lalu berteriak dirampok,” ujarnya.

Terkait isu kesejahteraan guru yang turut dikaitkan dalam kritik terhadap MBG, ia menyebut data APBN menunjukkan adanya kenaikan gaji dan tunjangan guru serta dosen dalam anggaran terbaru.

“Kalau anggaran pendidikan dirampok MBG, dari mana datangnya kenaikan anggaran puluhan triliun untuk guru dan dosen? Ini angka resmi, angka riil,” tegasnya.

Ia menambahkan, evaluasi terhadap MBG tetap terbuka dilakukan, namun perdebatan publik sebaiknya berbasis data dan konteks anggaran secara utuh. “Angkanya dilepas, konteksnya dihilangkan. Publik digiring emosi, bukan diajak berpikir,” katanya.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

Advertisement

mbg

menu mbg

program mbg

Berita Terkait

News - 32 menit yang lalu

Kejagung Tetapkan Glory Sihimbong, Tersangka ke-6 Kasus Korupsi BGN

News - 5 jam yang lalu

KPK Akui Pasif Selidiki MBG karena Sudah Ada Upaya Paksa dari Kejagung

News - 5 jam yang lalu

Mitra MBG Protes Kebijakan Libur Sekolah tak Dapat Insentif Rp 6 Juta per Hari, Ini Jawaban BGN

News - 5 jam yang lalu

Setelah Motor Listrik, Muncul Dugaan Korupsi CCTV di Program MBG

News - 5 jam yang lalu

SPPG tidak akan Terima Insentif Rp6 Juta Per Hari Selama Masa Libur Sekolah

News - 6 jam yang lalu

BGN Umumkan Tiadakan MBG Selama Masa Libur Sekolah, Efisiensi Hemat Rp3 Triliun

Visual - 6 jam yang lalu

Bawa Alat Dapur, Ratusan Perempuan Demo Tuntut Harga Sembako Turun

News - 7 jam yang lalu

Himpunan Mitra MBG Ancam Gelar Aksi ke Istana, Ada Apa?

Berita Lainnya

Ekonomi - Jumat , 19 Jun 2026, 00:01 WIB

Berkapitalisasi Rp 1.100 Triliun, Himbara Jadi Motor Ekonomi Nasional

Ekonomi - Kamis , 18 Jun 2026, 23:18 WIB

RUPS Sepakati Darmawan Prasodjo Tetap Nahkodai PLN

Ekonomi - Kamis , 18 Jun 2026, 23:15 WIB

Geliat Peritel Farmasi Tanah Air di Tengah Melemahnya Rupiah

Ekonomi - Kamis , 18 Jun 2026, 21:47 WIB

Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Sarankan Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik

Ekonomi - Kamis , 18 Jun 2026, 21:39 WIB

Transaksi Valas tanpa Dokumen Turun, BI Klaim Kebijakan Pembatasan Dolar Efektif

You can share this post!