Dukungan Orang Tua dalam Seleksi Siswa SMA KTB: Kunci Masa Depan Anak
Jakarta - Akademi Kader Bangsa (AKB) dari Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para orang tua yang mendukung anak-anak mereka dalam seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Panitia seleksi mencatat bahwa dukungan orang tua memainkan peran penting dalam proses pendidikan anak-anak mereka.
Diketahui, seleksi siswa SMA KTB dilaksanakan bersamaan dengan Global Darussalam Academy (GDA). Ketua Dewan Pembina YPKBI, Dirgayuza Setiawan, menyatakan bahwa kepercayaan orang tua terhadap kedua lembaga tersebut sebagai gerbang masa depan anak-anak mereka sangat mengesankan. "Di balik sukses seorang anak, pasti ada dukungan orang tua yang gigih luar biasa. Kami melihat para orang tua yang percaya bahwa AKB adalah gerbang masa depan anak mereka," ujarnya.
Dirgayuza menambahkan bahwa dukungan penuh orang tua dalam membantu anak-anak mereka meraih pendidikan di SMA KTB dan GDA mencerminkan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan institusi pendidikan. "Terima kasih kepada para orang tua luar biasa. Hormat kami bagi mereka yang melahirkan dan membesarkan Kader Bangsa Indonesia," tambahnya.
Pada seleksi tahun ini, panitia hanya menerima 350 calon siswa terbaik dari seluruh wilayah Indonesia. Proses seleksi akhir berlangsung secara terpusat di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, pada 8 hingga 12 April. Dirgayuza juga menyampaikan bahwa momen tersebut sangat emosional, dengan banyak orang tua yang saling berpegangan tangan usai wawancara akhir, menunjukkan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka.
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo, mengutip hasil penelitian global yang menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak sangat berpengaruh terhadap kesuksesan akademis. Menurutnya, siswa yang mendapatkan dukungan emosional dari orang tua memiliki tingkat kelulusan yang lebih tinggi dan ketahanan mental yang lebih baik. "Di negara-negara dengan pendidikan terbaik, keterlibatan orang tua dalam proses seleksi menjadi indikator kunci keberhasilan siswa," jelasnya.
Komjen Dedi menegaskan bahwa wawancara keluarga merupakan bagian penting dari proses seleksi siswa SMA KTB. "Tidak ada anak yang bisa sukses di sistem boarding school tanpa dukungan orang tua yang memahami sepenuhnya model pendidikan ini. Itulah mengapa wawancara keluarga menjadi jantung dari proses seleksi ini," tuturnya.
Ketua YPKBI, M. Zaky Ramadhan, menjelaskan bahwa wawancara orang tua merupakan aspek strategis dalam menentukan calon siswa berbakat. Tim pewawancara terdiri dari praktisi pendidikan, psikolog, dan pengurus dari jaringan AKB. Proses ini menilai keselarasan visi pendidikan keluarga dengan AKB, kesiapan dukungan terhadap sistem pembelajaran, serta pemahaman tentang model pendidikan holistik.
Wakil Ketua YPKBI, Devie Rahmawati, menambahkan bahwa penelitian global menunjukkan bahwa wawancara orang tua berkontribusi pada tingkat retensi siswa yang lebih tinggi. "Kemampuan adaptasi siswa, prestasi akademik, dan ketahanan mental juga meningkat berkat keterlibatan orang tua," pungkasnya.




