D'TIK Festival 2026 Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
Portal News Day - DENPASAR, NusaBali.com - D’TIK Festival 2026 yang digelar serangkaian HUT ke-238 Kota Denpasar tak hanya menampilkan inovasi teknologi dan transformasi digital.
Event yang berlangsung 27 Februari hingga 1 Maret 2026 ini juga mengadopsi sistem pengelolaan sampah terintegrasi seperti yang diterapkan dalam Denpasar Festival (Denfest).
Mengusung tema Harmonizing Technology for a Greener Tomorrow, kegiatan yang dipusatkan di Taman Kota Lumintang, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), dan Graha Sewaka Dharma ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memadukan kemajuan teknologi dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat jumpa media di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (26/2), mengatakan konsep ramah lingkungan menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan D’TIK Festival tahun ini. Salah satu langkah konkret yakni penataan waste station di sejumlah titik strategis lengkap dengan sistem pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.
“Pengelolaan sampah di D’TIK Festival mengadopsi pola yang sudah diterapkan saat Denfest. Kami siapkan fasilitas pemilahan sejak dari sumbernya agar sampah yang dihasilkan selama kegiatan bisa langsung terkelola dengan baik,” ujar Arya Wibawa.
Menurutnya, sistem ini melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar bertanggung jawab terhadap pengangkutan dan pengolahan lanjutan. Panitia juga menggandeng komunitas peduli lingkungan untuk memberikan edukasi langsung kepada pengunjung mengenai pentingnya memilah sampah sejak awal.
Tak hanya menyediakan fasilitas, panitia mendorong partisipasi aktif tenant dan pelaku UMKM untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Setiap stan diwajibkan menjaga kebersihan area masing-masing serta mematuhi ketentuan pengelolaan sampah yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kominfos Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi, menambahkan D’TIK Fest 2026 melibatkan sembilan perangkat daerah dengan beragam kegiatan. Dinas Koperasi dan UMKM menggelar event SENJA dengan pameran produk UMKM. Dinas Perindustrian dan Perdagangan menghadirkan Pameran Gema Tridatu. Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan menggelar Bazar Pangan dan Lomba Ikan Mas Koki Bali.
Dinas Pertanian membuka layanan vaksinasi, pemeriksaan dan kastrasi hewan peliharaan. Dinas Tenaga Kerja menghadirkan bursa kerja serta sertifikasi kompetensi dengan menyediakan sekitar 2.600 lowongan kerja. Dinas Kebudayaan menggelar Parade Ngelawar, sementara Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan Fun Walk bertabur hadiah dan doorprize.
Sementara itu, Dinas Kominfos sebagai penyelenggara utama menghadirkan 35 stand pameran inovasi TIK dari kalangan akademisi, startup dan perangkat daerah. Berbagai lomba dan workshop turut digelar, seperti lomba video drone, lomba video pengelolaan sampah tingkat desa/kelurahan, lomba berbasis AI hingga lomba menyanyi anak.
Dengan dukungan APBD Kota Denpasar sebesar Rp 458.560.000, D’TIK Festival 2026 diharapkan tak sekadar menjadi ajang pamer teknologi, tetapi juga contoh penyelenggaraan event ramah lingkungan yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.*mis




