Drama Korea: Awal Kebangkitan Budaya Hiburan Asia di Indonesia
KBRN, Surabaya : Drama Korea atau drakor kini menjadi tontonan populer lintas generasi di Indonesia. Namun, pesonanya telah berakar sejak awal tahun 2000-an ketika televisi swasta mulai menayangkan serial asal Negeri Ginseng.
Salah satu yang pertama memikat hati penonton adalah Endless Love, yang tayang di Indosiar pada tahun 2002. Cerita romantis dan sinematografi yang lembut membuat serial ini cepat digemari. Dilansir dari kajian K-Drama dan Perkembangan Budaya Populer Korea di Indonesia terbitan Universitas Telkom, drama ini menjadi pintu masuk gelombang budaya Korea di tanah air.
Tidak lama kemudian, Winter Sonata ikut menambah daya tarik hiburan Korea di layar kaca. Fenomena tersebut disebut sebagai bagian awal dari Korean Wave yang juga menyebar ke negara-negara Asia lainnya. Berdasarkan penelitian media populer Universitas Negeri Padang, keberhasilan drama-drama tersebut didorong oleh cerita yang emosional, nilai budaya yang kuat, dan tampilan visual yang berbeda dari sinetron lokal pada masanya.
Memasuki pertengahan 2000-an, popularitas drakor kian menguat lewat Full House, yang mencapai rating tinggi saat tayang di Indonesia. Seiring berkembangnya layanan digital, drama seperti Crash Landing on You, Itaewon Class, hingga Queen of Tears menjadi bukti bahwa minat penonton masih bertahan bahkan di era streaming.
Kini, lebih dari dua dekade sejak pertama kali hadir, drama Korea telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Dari bahasa, mode, hingga kuliner, pengaruh budaya Korea terus tumbuh, menandakan bahwa daya tarik drakor belum akan pudar dalam waktu dekat.




