DPR RI Siap Perkuat Regulasi Perlindungan Anak di Indonesia
JAKARTA, Waspada.co.id – Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menyampaikan pengaduan terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).
Beritalokal Sumut
Kedatangan Doli merupakan bentuk komitmen pribadi sekaligus tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.
“Hari ini saya menunaikan janji saya untuk menyampaikan pengaduan tindak kekerasan seksual yang dialami warga yang ada di kampung saya,” ujar Doli, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Lonjakan Kasus Kian Mengkhawatirkan
Doli menegaskan bahwa isu kekerasan terhadap anak bukan persoalan baru. Ia mengaku selama ini terus mengikuti perkembangan kasus-kasus kekerasan yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun pelaku.
“Saya sering mendapati berita-berita terkait terjadinya kekerasan terhadap anak-anak Indonesia. Baik yang dilakukan oleh orang dewasa, orang tua kepada anak, maupun dari anak ke anak yang lain. Dan jumlahnya semakin eskalatif, bahkan tidak sedikit yang sampai meninggal. Sangat prihatin,” tegasnya.
Berdasarkan data yang ia peroleh, terjadi peningkatan signifikan jumlah kekerasan seksual terhadap anak setiap tahunnya. Dari data KPAI, sejak 2021, kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat rata-rata sekitar 1.000 kasus per tahun. Pada 2024, jumlahnya telah mencapai sekitar 11.700 kasus.
Angka tersebut, menurutnya, hanyalah data berdasarkan laporan resmi yang masuk. Ia menduga jumlah riil di lapangan jauh lebih besar. Doli menyebut kasus kekerasan terhadap anak sebagai fenomena ‘gunung es’ yang belum sepenuhnya terungkap.
“Ini seperti simtom, fenomena gunung es. Kita belum tahu berapa angka pastinya. Dugaan saya masih banyak kasus lagi yang tidak terungkap. Oleh karena itu, ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa negara, pemerintah, dan masyarakat harus bersatu dalam melakukan perlawanan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak.
“Anak-anak adalah wajah masa depan bangsa ini. Kalau wajah anak-anak ini tidak kita jaga, atau dirusak dan kita biarkan, maka itu sama saja dengan kita membiarkan dan merusak masa depan bangsa ini,” katanya.
Sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Doli menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam upaya penguatan regulasi dan pengawasan perlindungan anak.
“InsyaAllah saya siap mewakafkan diri saya untuk terlibat bersama-sama menjaga anak-anak Indonesia dari kekerasan, dalam bentuk apa pun,” tutupnya. (wol/man/d2)



