DPR Mendorong Pemerintah Buka Layanan Informasi Terpadu untuk Jemaah Umrah di Tengah Ketegangan Geopolitik
Sumber Foto: RRI.co.id
Pintu Informasi

DPR Mendorong Pemerintah Buka Layanan Informasi Terpadu untuk Jemaah Umrah di Tengah Ketegangan Geopolitik

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah darurat guna melindungi ribuan jemaah umrah Indonesia. Seruan ini muncul di tengah makin meningkatnya ketegangan akibat serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Maman menekankan pentingnya pembentukan pusat informasi resmi satu pintu. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kepanikan di kalangan keluarga jemaah yang berada di Indonesia. "Pemerintah harus aktif memberikan pembaruan berkala agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang simpang siur atau hoaks," ujar Maman dalam keterangan persnya di Jakarta.

Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengimbau kepada penyelenggara travel umrah untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timur Tengah. Hal ini penting agar travel umrah bertanggung jawab dalam memastikan keamanan dan pendampingan jemaah di lapangan.

"Kami meminta seluruh jemaah umrah yang terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat serta perwakilan RI. Komisi VIII akan terus memantau perkembangan situasi ini hingga seluruh WNI dipastikan dalam kondisi aman," tegas Maman.

Selain itu, Maman juga menyoroti masalah penutupan wilayah udara yang mengakibatkan banyak jemaah umrah Indonesia terjebak di berbagai bandara transit. Ia meminta adanya koordinasi lintas sektoral yang intensif antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan keselamatan dan perlindungan WNI.

"Keselamatan dan perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama. Negara wajib hadir untuk memastikan mereka dalam kondisi aman, mendapatkan logistik yang cukup, serta informasi yang jelas," ungkapnya.

Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menyatakan bahwa operasional penerbangan tetap berjalan normal. Namun, beberapa rute ke Timur Tengah mengalami pembatalan dan penundaan akibat penutupan wilayah udara di kawasan tersebut. Pihak bandara terus melakukan koordinasi untuk menjaga kelancaran layanan.

"Secara umum, operasional di Bandara Soetta tetap aman, tertib, dan lancar. Namun, beberapa penerbangan rute Timur Tengah terdampak pembatalan maupun penundaan," jelas Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soetta, Aziz Fahmi Harahap.

Beberapa penerbangan yang terdampak antara lain Etihad Airways (EY472 tujuan Abu Dhabi), Qatar Airways (QR954 tujuan Doha), serta penerbangan Garuda Indonesia dan Emirates. Penanganan terhadap penumpang yang terdampak dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Fahmi juga mengimbau calon penumpang dengan tujuan Timur Tengah untuk aktif memantau informasi terbaru melalui saluran resmi maskapai atau layanan pelanggan. "Situasi di terminal tetap kondusif, dan kami terus memantau secara berkala agar setiap potensi kendala dapat segera direspons," tambahnya.