Doli Kurnia: Tantangan Kader HMI di Era Modern
Jakarta – Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan mantan aktivis kampus, mengungkapkan keyakinannya bahwa organisasi mahasiswa memiliki peranan krusial dalam membentuk karakter dan idealisme pemimpin masa depan. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan dengan Pengurus Kohati PB HMI periode 2024-2026 di Kompleks Parlemen Senayan pada 12 Maret 2026.
Doli Kurnia, yang memiliki pengalaman panjang dalam organisasi kemahasiswaan, mengungkapkan bahwa perjalanan karirnya sebagai politisi dimulai dari pengabdiannya di PB HMI dan KNPI. Ia menekankan pentingnya organisasi mahasiswa dalam mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang memiliki visi dan prinsip yang kuat.
Dalam diskusi dengan pengurus Kohati, Doli membahas tantangan yang dihadapi oleh kader HMI di masa depan, terutama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, serta komitmen terhadap demokrasi dan kemajuan bangsa. Ia menyebut HMI sebagai 'kawah candradimuka' yang telah melahirkan banyak pemimpin di berbagai bidang. Melalui peran Kohati, penguatan kapasitas serta kepemimpinan perempuan menjadi aspek penting yang harus dijawab dalam menghadapi dinamika masa depan.
Doli Kurnia meyakini bahwa tradisi intelektual dan militansi kader HMI akan terus berkontribusi dalam melahirkan generasi pemimpin yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan. ‘Saya kira HMI dan semua organisasi mahasiswa, berperan penting dalam menyiapkan anak-anak muda yang memiliki idealisme perjuangan’, ujar Doli, menegaskan harapannya terhadap peran aktif mahasiswa dalam pembangunan bangsa.
Melalui pertemuan ini, Doli Kurnia menekankan pentingnya kesinambungan pengkaderan dalam organisasi mahasiswa untuk menciptakan pemimpin masa depan yang dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana organisasi mahasiswa dapat lebih efektif dalam menghadapi tantangan zaman dan terus menghasilkan pemimpin yang berintegritas?




