Diskusi Mengenai Eksistensi Manusia dan Implikasi Teknologi
Portal News Day - Diskusi bertajuk "Manusia Berawal dan Berakhir" diadakan untuk membahas tema "Menuju Gerbang Senyawa Eksistensi dan Konklusi Imajiner". Acara ini dihadiri oleh sejumlah narasumber penting dan dipandu oleh Agustinus Tedja Bawana, Ketua Umum Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur.
Awal Kejadian
Diskusi berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) di Malang. Agustinus Tedja Bawana membuka acara dengan mengacu pada pemikiran Aristoteles dan Jean-Paul Sartre mengenai eksistensi ontologis manusia. Ia menyoroti pertanyaan tentang eksistensi Tuhan dan teknologi, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi kehidupan manusia saat ini.
Perkembangan
Dalam diskusi, Tedja juga membahas kemiskinan yang dapat diukur secara empiris melalui data BPS, serta tantangan yang dihadapi manusia dalam bersaing dengan perkembangan teknologi tinggi. Ia menekankan pentingnya pemahaman dalam kebijakan publik dan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi, termasuk ancaman digital terhadap anak-anak.
Beberapa narasumber memberikan pandangan mengenai ketahanan nasional dan penggunaan teknologi. Dr Didik Muktiyanto membahas perlunya regulasi tegas terkait penggunaan gadget bagi anak-anak, serta pembentukan tim evaluasi terhadap kebijakan yang diterapkan. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat menghadapi perubahan yang disebabkan oleh teknologi.
Galuh Wicaksono menyoroti pentingnya standarisasi dalam pendidikan dan industri, serta kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan pemerintah untuk mencapai efektivitas tujuan. Dr Ir George da Silva mengingatkan bahwa teknologi modern dapat mengubah tatanan sosial dan mempengaruhi perilaku masyarakat, sehingga diperlukan pemahaman dan pengawasan yang tepat terhadap perubahan tersebut.
Kondisi Terakhir
Sebagai penutup, Tedja mengingatkan tentang dampak peradaban AI dan pentingnya semua pihak untuk meningkatkan kualitas dan menurunkan harga agar tidak tergerus oleh kemajuan teknologi. Diskusi ini mencerminkan kesadaran akan tantangan yang dihadapi manusia di era digital dan pentingnya kolaborasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.




