Defisit APBN Mengancam akibat Utang Kereta Cepat Whoosh
Sumber Foto: Tempo.co
Ekonomi

Defisit APBN Mengancam akibat Utang Kereta Cepat Whoosh

UDAH sepekan berjalan, Purbaya Yudhi Sadewa belum menyusun rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN menalangi utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menteri Keuangan itu masih menunggu persyaratan restrukturisasi utang dari China Development Bank atau CDB.

“Kami lihat kondisi dan persyaratan dari Cina seperti apa,” kata Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Hilal kas APBN untuk membayar utang Whoosh diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa, 10 Februari 2026. Politikus Partai Gerindra ini mengatakan pembayaran utang kereta kilat bakal menggunakan kas negara. Anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun per tahun. Meski demikian, proses negosiasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara dan Cina masih berlangsung. “Masih ada finalisasi, sekarang proses negosiasi,” ujarnya.