Cadas Tertua di Pulau Muna Ungkap Jalur Migrasi Manusia Modern
Darilaut – Gambar cadas tertua di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, menjadi bukti dan petunjuk jalur migrasi manusia modern di kawasan Asia–Pasifik.
Hasil penelitian kolaboratif Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Griffith University dan Southern Cross University (Australia) telah dipublikasi jurnal Nature berjudul “Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi”.
Tidak hanya mengungkap usia seni cadas tertua di dunia, tetapi juga membuka pemahaman baru mengenai jalur migrasi manusia modern di kawasan Asia–Pasifik, kata peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Octaviana, dalam konferensi pers di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (22/1).
Menurut Adhi, penelitian intensif di wilayah Nusantara bukan tanpa alasan. Secara geografis, Indonesia berada di titik strategis yang menjadi koridor utama pergerakan manusia sejak puluhan ribu tahun lalu.
“Kenapa kita banyak meneliti di wilayah Nusantara? Karena di sini ada dua model besar migrasi manusia modern awal yang masuk ke Asia Tenggara dan Australia,” ujar Adhi.
Adhi mengatakan terdapat dua jalur utama migrasi early modern human yang melintasi Indonesia. Jalur pertama adalah rute utara, yang bergerak dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sebelum menuju Australia.
Halaman 1 dari 3
1 2 3
Tags: Adhi Agus Oktaviana Arkeologi BRIN Prof. Maxime Aubert Pulau Muna Situs Leang Metanduno Sulawesi Tenggara Tradisi Maritim
Bagikan1 Tweet1 Kirim Kirim
Previous Post
Lukisan Pulau Muna Merekam Tradisi Maritim dan Narasi Hidup Dari 67.800 Tahun Lalu
Next Post
Cadas Tertua di Pulau Muna Tempatkan Indonesia dalam Sejarah Awal Seni dan Penjelajahan Laut
Postingan Terkait
Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi
20 April 2026
BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil
20 April 2026
Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut
UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir
Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan
Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1
Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku
Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini




