BEM FISIPOL UMY Deklarasikan Komitmen Inklusif untuk Difabel
Sumber Foto: UMY
Sosial

BEM FISIPOL UMY Deklarasikan Komitmen Inklusif untuk Difabel

12:20

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai inklusivitas. Dalam gelaran FISIPOL Awards 2025 yang berlangsung pada Sabtu malam (12/7), “Deklarasi Pusat Layanan Difabel” dibacakan langsung oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan AIK FISIPOL UMY, Dr. Sugeng Riyanto, M.Si.

Isu inklusivitas menjadi fokus utama dalam FISIPOL Awards tahun ini, dengan melibatkan secara aktif para penyandang disabilitas dalam berbagai rangkaian kegiatan. Puncaknya adalah pembacaan deklarasi sebagai bentuk komitmen kolektif untuk menghadirkan kampus yang lebih ramah dan terbuka bagi seluruh civitas akademika, tanpa terkecuali.

Dalam deklarasi tersebut, terdapat lima poin utama yang menjadi landasan gerak BEM Fisipol UMY untuk Kampus Inklusif:

1. Komitmen membangun kampus yang inklusif, adil, dan aman bagi seluruh civitas academica tanpa diskriminasi.

2. Dukungan terhadap pembentukan dan penguatan Pusat Layanan Difabel sebagai mitra strategis dalam menjawab kebutuhan mahasiswa difabel.

3. Upaya menghadirkan aksi nyata dalam menyediakan fasilitas dan sistem yang aksesibel, baik secara fisik maupun non-fisik.

4. Penolakan terhadap segala bentuk diskriminasi dan stigmatisasi terhadap penyandang disabilitas di ruang akademik maupun sosial.

5. Dukungan terhadap gerakan peradaban kolektif untuk menjadikan inklusivitas sebagai budaya, bukan sekadar kebijakan formal.

Dalam sambutannya, Dr. Sugeng Riyanto menyampaikan bahwa deklarasi ini bukan hanya simbolis, tetapi merupakan wujud nyata dari keberpihakan FISIPOL UMY terhadap kelompok marjinal, khususnya penyandang disabilitas. Ia juga mengajak seluruh civitas academica untuk secara aktif menjaga ruang kampus yang aman, terbuka, dan berpihak.

“Inklusivitas bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan komitmen bersama. Kampus yang sehat adalah kampus yang memberikan tempat dan suara bagi mereka yang selama ini termarginalkan,” tegasnya.

Deklarasi ini diharapkan menjadi awal yang kuat dalam membangun sistem pendukung yang berkelanjutan, serta mendorong tumbuhnya budaya kampus yang berkeadilan, partisipatif, dan menghargai keberagaman. (FU)