Belasan Warga Sukabumi Jadi Korban Pungli Rekrutmen Kerja di PT GSI
SUKABUMI – Harapan belasan warga Sukabumi untuk mendapatkan pekerjaan di pabrik PT GSI di Cikembar berujung pada penipuan dan dugaan pungutan liar. Seorang pria berinisial DO, yang mengaku sebagai mantan anggota TNI dan eks karyawan PT GSI, diduga melakukan penipuan berkedok rekrutmen kerja.
DO memanfaatkan identitas palsunya untuk meyakinkan para korban bahwa ia memiliki “jalur dalam” dan kuota khusus untuk merekrut pekerja di perusahaan pembuatan sepatu ekspor yang berlokasi di Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Menurut kuasa hukum para korban, Junaedi Tanjung, DO menjanjikan pekerjaan tanpa melalui seleksi, dengan imbalan pembayaran sebesar Rp7 juta. Salah satu korban, seorang sopir angkot asal Cibadak berinisial D, bahkan sampai menggadaikan kendaraan angkotnya untuk membayar biaya tersebut.
Korban D mengenal DO melalui pertemuan di angkot. Setelah menyerahkan uang dan dokumen pribadi, harapan akan pekerjaan tidak kunjung terwujud. Sebaliknya, D diminta untuk mencari calon pekerja lain dengan iming-iming komisi sebesar Rp300 ribu per orang.
Untuk menutupi kerugiannya, D mengajak empat kerabatnya untuk ikut mendaftar. Mereka juga menyerahkan uang dan dokumen kepada DO, lengkap dengan kuitansi. Modus penipuan yang sama juga dialami oleh MI, warga Jampang, yang membawa beberapa perempuan dengan alasan bahwa ada “jatah masuk” karena pegawai perempuan di PT GSI dilaporkan meninggal dunia.
“Semua korban menyerahkan uang langsung kepada DO, biasanya di rumah D. Total kerugian yang dialami oleh para korban mencapai Rp52 juta,” jelas Junaedi.
Puncak dari permasalahan ini terjadi pada 17 September 2025, ketika para korban mendatangi PT GSI untuk menagih janji kerja. Namun, pihak perusahaan membantah mengenal DO dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah membuka rekrutmen melalui jalur tersebut.
Ironisnya, salah satu korban bahkan telah membayar Rp2,5 juta kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) sebelumnya dan menggadaikan motor demi mengejar pekerjaan yang ternyata tidak ada.




