Portal News Day - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan belanja negara pada 2026 akan mencapai Rp 3.942,4 triliun, melampaui pagu APBN yang ditetapkan sebesar Rp 3.842,7 triliun.
Dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Purbaya menyampaikan proyeksi belanja negara tersebut, yang setara dengan 102,6 persen dari pagu APBN. Kenaikan ini juga mencerminkan peningkatan 14,8 persen dibandingkan realisasi belanja negara tahun 2025 yang sebesar Rp 3.435,5 triliun.
Purbaya menjelaskan bahwa kenaikan belanja negara bertujuan untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga stabilitas ekonomi, dan meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, proyeksi ini sudah memperhitungkan tambahan anggaran sebesar Rp 132 triliun untuk kewajiban pemerintah, termasuk subsidi dan kompensasi. Belanja pemerintah pusat diperkirakan mencapai Rp 3.245,5 triliun, sedangkan transfer ke daerah diproyeksikan mencapai Rp 696,9 triliun.
Pemerintah juga memperkirakan pendapatan negara akan mencapai Rp 3.208,1 triliun, atau 101,7 persen dari target APBN 2026. Dengan demikian, defisit APBN diperkirakan mencapai Rp 734,3 triliun, setara 2,85 persen terhadap produk domestik bruto, meskipun lebih tinggi dari target awal, tetap berada di bawah batas maksimal defisit 3 persen sesuai Undang-Undang Keuangan Negara.