Bariah, Penyandang Disabilitas yang Berhasil Raih Gelar Sarjana dari Universitas Terbuka
detikEdu Edutainment
Dari ART ke Calon Asesor, Ini Kisah Bariah Difabel Lulusan UT yang Pantang Menyerah
Cicin Yulianti - detikEdu
Minggu, 01 Feb 2026 19:00 WIB
Jakarta -
Hidup memang tak bisa sepenuhnya berjalan mulus, seperti yang dirasakan Bariah. Ia merupakan penyandang disabilitas, tetapi tak menyerah soal pendidikan.
Lahir dan besar di kampung kecil di Palembang, penyandang disabilitas daksa ini harus melakoni pekerjaan asisten rumah tangga (ART) dahulu untuk meraih pendidikan yang pantas. Hingga hari ini, Bariah lulus sarjana Manajemen dari Universitas Terbuka.
"Ya tadi kan diremehin, yang sampai benar-benar keingat banget, dan sekarang dibuktikannya, saya bisa bergelar sarjana S1 pun udah saya bisa dapetin, walaupun saya disabilitas, walaupun saya dulu ART," kata Bariah saat ditemui usai acara Wisuda UT Periode 1 Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Banten pada Minggu (1/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana Bariah dapat meraih gelar sarjana di samping keterbatasan-keterbatasannya?
Baca juga: Nyaris Tak Kuliah, Leni Kini Kantongi IPK 3,99 di UNY
ADVERTISEMENT
Sekolah dengan Beasiswa-Biayai Kuliah Sendiri
Bariah mengenyam pendidikan dasar di kampung halaman dengan bantuan beasiswa karena tak memiliki orang tua. Meski prestasinya baik, keterbatasan biaya nyaris membuatnya putus sekolah saat hendak masuk SMA.
"Itu alhamdulillah lancar sekolah, cuman saya dapet bewasiswa juga, karena ga ada orang tua jadi kendala biaya," katanya.
Ia akhirnya tetap bersekolah di SMA umum dengan dukungan wali murid. Demi bertahan, Bariah berjualan gorengan saat jam istirahat sekolah.
"SMA itu untuk nambah-nambah saya ambil jualan gorengan, punya tetangga, untuk dapet uang saku juga, keliling, setiap istirahat jualan," katanya.
Lulus dari SMA, Bariah kembali bekerja sebagai ART. Ia masih ingat gaji pertamanya saat itu sebesar Rp 600 ribu.
"Dulu masih Rp 600.000. Itu Rp 600.000 saya udah seneng banget. Itu gaji pertama saya cari duit. Karena saya berdoanya, apa ada ya orang yang bisa nerima saya kerja. Dan akhirnya saya berdoa, akhirnya terjawab pas bulan Ramadan," ungkapnya terharu.
Baca juga: Berangkat dari Desa Kecil di Sulawesi, Ridho Raih Lulusan Terbaik UGM
Lanjut Kuliah S1 Sambil Bekerja
Setelah melakoni sebagai ART di kampungnya, akhirnya Bariah pergi merantau ke Depok untuk mendapatkan gaji yang lebih baik. Di sana ia kembali menjadi ART dengan gaji Rp 1.000.000.
Harapan baru datang. Bariah mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di sebuah Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Digital (LSPTD). Di sana ia mendapat dukungan yang baik dari kantor.
Bariah kemudian daftar sebagai mahasiswa Universitas Terbuka. Namun, justru tekadnya disepelekan oleh orang terdekat.
Ia beruntung memiliki atasan yang mendorongnya melanjutkan S1. Bahkan membantu memberi subsidi kuliah.
" Alhamdulillah tuh bos saya ngedukung saya, jadi ikut pelatihan komputer, kan saya nggak bisa tuh. Masih gaptek banget kan, ikut pelatihan komputer, ikut pelatihan apa. Jadi saya ikut pelatihan, akhirnya bos saya yang fasilitasi semua kan," katanya.
Bersyukur Dapat Kuliah Murah dan Online
Sistem Open and Distance Learning UT menurut Bariah membuatnya tetap bisa kuliah sambil bekerja dan merantau ke Jakarta.
"Kalau kampus lain kayaknya saya nggak sanggup. Biaya beda, terus harus datang ke kelas. UT itu fleksibel banget," ujarnya.
Kuliah jarak jauh juga membuat Bariah merasa lebih aman dan nyaman sebagai penyandang disabilitas. Ia tidak lagi harus bertemu banyak orang, karena sebelumnya ia pernah di- bully oleh beberapa orang.
"Aduh, kalau pembully-an sering ya. Cuma saya udah kebal sih. Contohnya dia ngikutin jalan saya," kata Bariah.
Bagi Bariah, pendidikan bukan sekadar gelar. Dari ART, ia mengubah status kerjanya menjadi pekerja kantoran.
Bahkan, setelah ia lulus S1 pihak kantor akan memberikan promosi jabatan untuk Bariah sebagai asesor sertifikasi. Sehingga dengan gelar sarjana, ia mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
"Pendidikan itu ngubah pola pikir saya. Dulu kalau ada masalah, emosi. Sekarang lebih tenang, bisa mikir solusi," katanya.
Kini, dengan gelar S1 di tangan, kariernya pun meningkat.
Bariah berpesan kepada penyandang disabilitas dan para pekerja informal seperti ART agar tidak mematahkan mimpi sendiri.
"Nggak ada kata terlambat buat belajar. Disabilitas bukan alasan berhenti berkembang," tegasnya.
Video: Upaya Pemerintah Akomodasi Penyandang Disabilitas di Dunia Kerja
Video: Upaya Pemerintah Akomodasi Penyandang Disabilitas di Dunia Kerja
(cyu/nah)
disabilitas pendidikan inklusif kisah inspiratif universitas terbuka penyandang disabilitas asisten rumah tangga beasiswa pendidikan motivasi karier keberhasilan
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Sepakbola
Hasil Super League: Persib Ditahan Borneo, Persija Diredam Dewa
detikHealth
Gaduh Influencer Sebut Herba Bisa Obati TBC, Dokter Paru: Klaim Berbahaya!
detikOto
Potret Pejuang Mudik Motor demi Lebaran di Kampung Halaman
detikTravel
Pendaratan Pesawat yang Mencekam: Roda Hilang-Landasan Pacu Berasap
detikNews
Pintu Mobilnya Tiba-tiba Terkunci, Warga di Bogor Lapor Polisi
detikInet
Perang Iran-Israel dan AS Berpotensi Tekan Industri Telekomunikasi, Tarif Internet Bakal Naik?
detikHot
Guys Doain Wika Salim Yuk Mau Nikah Katanya Tahun Ini
Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
#1
Universitas Indonesia
#2
BINUS UNIVERSITY
#3
Universitas Gadjah Mada
#4
Universitas Sebelas Maret
#5
Institut Teknologi Bandung
Sumber : THE Asia University Rankings 2025
part of
Connect With Us
Copyright @ 2026 detikcom.
All right reserved
Kategori
detikNews
detikEdukasi
detikFinance
detikInet
detikHot
detikSport
Sepakbola
detikOto
detikProperti
detikTravel
detikFood
detikHealth
Wolipop
detikX
20Detik
detikFoto
detikHikmah
detikPop
Layanan
berbuatbaik.id
Pasang Mata
Adsmart
detikEvent
Signature Awards
Trans Snow World
Trans Studio
Bingkai.id
Ziswafctarsa.id
Flying Over Indonesia
For Your Business
rekomendit
Community Connect
Informasi
Redaksi
Pedoman Media Siber
Karir
Kotak Pos
Media Partner
Info Iklan
Privacy Policy
Disclaimer
Jaringan Media
CNN Indonesia
CNBC Indonesia
Haibunda
Insertlive
Beautynesia
Female Daily
CXO Media




