Bantuan Sembako dan Kursi Roda untuk Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di Purworejo
RRI.CO.ID, Purworejo - Para pengusaha di Kabupaten Purworejo membagikan santunan dan sembako bagi anak yatim, yatim serta menyerahkan kursi roda kepada penyandang disabilitas. Kegiatan itu berlangsung di pendapa Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Ketua Paguyuban Pengusaha Purworejo, Hengky Purbo Wahono, mengatakan, kegiatan berbagi ini berangkat dari rasa kepedulian terhadap sesama. Khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian.
“Kita hidup tidak bisa hanya untuk diri sendiri harus melihat ke bawah dan membantu mereka yang membutuhkan. Anak-anak yatim ini kita beri sembako, makanan, dan juga uang untuk membeli baju agar mereka bisa merasakan kebahagiaan saat Lebaran nanti,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak pengusaha di Purworejo yang turut tergerak untuk berbagi kepada masyarakat kurang mampu. “Semoga pengusaha-pengusaha lainnya juga ikut ambil bagian agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo, Andang Nugerahatara Sutrisno, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian para pengusaha. Terutama terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Sasaran kegiatan kali ini adalah 198 anak yatim dan yatim piatu di Kabupaten Purworejo serta penyerahan 10 kursi roda bagi penyandang disabilitas. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha yang telah berpartisipasi dan peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Selanjutnya, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setyabudi menjelaskan, bahwa pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi dengan pihak swasta melalui berbagai program sosial yang bersumber dari dana non-APBD, termasuk melalui forum koordinasi dengan para pengusaha dan perusahaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi para pengusaha Purworejo. Kegiatan berbagi seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Dion juga mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Purworejo terus mengalami penurunan. Berdasarkan data terakhir tahun 2025, angka kemiskinan turun dari 10,8 persen menjadi 10,06 persen.
“Kami berharap ke depan angka kemiskinan di Purworejo bisa turun hingga satu digit, bahkan mencapai sekitar 8 persen pada akhir periode. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting untuk mencapai target tersebut,” jelasnya.(Agus/royce)




