Arisan Ibu-Ibu: Dari Tradisi ke Tren Gaya Hidup Produktif
KBRN, Tolitoli: Arisan kini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga berkembang menjadi tren gaya hidup di kalangan ibu-ibu. Kegiatan yang dulunya identik dengan menabung bersama, kini dikemas lebih menarik dengan berbagai tema dan kegiatan sosial.
Arisan rutin setiap bulan dengan konsep bergilir di rumah anggota, kafe, hingga tempat wisata, menjadi ruang interaksi yang menyenangkan. Tak sekadar undian giliran, kegiatan ini juga diisi dengan berbagi resep masakan, diskusi parenting, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Menurut Ibu Salwa, arisan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah saling mendukung antara sesama anggota.
“Senang sekali kalau bisa dapat arisan, lumayan bisa buat tambah modal untuk usaha dagangan,” ujarnya kepada RRI, Minggu (20/10/2025).
Hal senada diungkapkan Ibu Yuli, yang menilai arisan memperkuat hubungan sosial sekaligus mempererat rasa kekeluargaan antar sesama anggota.
“Kami ingin arisan bukan sekadar menunggu giliran dapat uang, tapi juga tempat belajar dan saling bantu. Kadang kami sharing tugas sebagai ibu-ibu yang sama-sama bekerja di kantor,” katanya.
Dengan kemasan yang lebih kreatif dan bermanfaat, tren arisan di kalangan ibu-ibu terus berkembang. Kini, arisan tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga menjadi gerakan ekonomi keluarga yang produktif dan inspiratif.




