Arief Hidayat Berkelakar Mahfud Tak Ikuti 'Ritual' Turun Panggung Jadi Penyebab Ganjar-Mahfud Kalah
Sumber Foto: Kompas.com
Nasional

Arief Hidayat Berkelakar Mahfud Tak Ikuti 'Ritual' Turun Panggung Jadi Penyebab Ganjar-Mahfud Kalah

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat melontarkan guyonan soal alasan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD kalah di Pilpres 2024 ketika berpidato dalam acara peluncuran bukunya setelah 13 tahun mengabdi sebagai hakim konstitusi, Senin (2/2/2026).

Ketika akan menutup sambutannya, Arief mengungkapkan tentang kebiasaan turun dari panggung melalui sisi yang berbeda.

"Kebiasaan saya kalau naik panggung dari sini (kanan), turunnya dari sana (kiri), supaya kariernya tidak mutar-mutar, jelas, jadi saya Dekan, terus Ketua MK karena naiknya di sini, turunnya di sana," ucap Arief, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin.

Pada momen ini, Arief melanjutkan ucapannya dengan mengatakan bahwa jika dulu Mahfud mengikuti kebiasaannya itu, maka kemungkinan besar Ganjar-Mahfud akan menang dalam Pilpres 2024.

Mahfud diketahui hadir dalam acara "Peluncuran dan Bedah Buku dalam Rangka Purna Tugas YM Hakim Konstitusi Bapak Prof Dr Arief Hidayat, setelah 13 Tahun Mengabdi sebagai Hakim Konstitusi".

Beda Dulu dan Sekarang, Pemilihan Hakim MK Usulan DPR Kini Jadi Ugal-ugalan

Artikel Kompas.id

"Pak Mahfud itu seandainya sering begitu, itu kemarin, Pak Ganjar bisa jadi presiden, dan (Mahfud) wakil presiden," ucap Arief disambut gelak tawa dan tepukan tangan tamu undangan.

Arief mengaku pernah bersebalahan dengan Mahfud. Ia lalu menyarankan Mahfud untuk mengikuti jejaknya melewati jalan yang berbeda.

"Saya pernah sela (bercanda) sama Pak Mahfud, Pak Mahfud kesalahannya hanya satu, kalau naik panggung tidak berurutan gitu, tidak boleh melewati jalan yang sama, itu kepercayaan saya," kata dia.

Arief lalu meminta anak muda mengikuti jejaknya. Menurut dia, kebiasaan ini menandakan agar karier seseorang tidak berputar-putar di tempat yang sama.

"Tolong untuk yang muda-muda silakan kariernya baik terus, jalannya harus lurus, enggak boleh bolak-balik, sungsang nanti," kata Arief mengakhiri pidatonya.

Sebagai informasi, Arief Hidayat akan purnatugas pada 3 Februari 2026.

DPR RI resmi menetapkan Adies Kadir sebagai calon hakim konstitusi usulan DPR RI dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (27/1/2026).

Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku belum menerima surat dari DPR RI terkait sosok calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pengganti Arief Hidayat.

"Jadi kami belum menerima surat dari DPR. Nanti pada waktunya akan kami sampaikan. Secara administratif kami, kita (belum) menerima suratnya," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).