APUEC 2026: Memperkuat Jaringan Pendidikan Ursulin di Jakarta
Sumber Foto: Merdeka.com
Internasional

APUEC 2026: Memperkuat Jaringan Pendidikan Ursulin di Jakarta

Portal News Day - APUEC 2026 akan diselenggarakan dengan tema "Menghidupkan Semangat Angela, Membangun Jembatan untuk Masa Depan".

18:47:00

Asia Pacific Ursuline Education Conference (APUEC) 2026, atau Kongregasi Ursulin Asia Pasifik, kembali diselenggarakan setelah hampir satu dekade terhenti akibat pandemi Covid-19. Konferensi pendidikan internasional yang berlangsung setiap empat tahun ini diikuti oleh 127 peserta dari 15 negara.

"Terakhir konferensi ini diadakan di Taiwan tahun 2016. Karena pandemi Covid-19, pertemuan berikutnya baru bisa terlaksana kembali tahun 2026, artinya hampir sepuluh tahun kegiatan ini terhenti," ungkap Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Yayasan Ursulin Indonesia, Sr. Moekti Gondosasmito, OSU, dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, pada hari Senin (2/3).

APUEC 2026 mengangkat tema "Living Angela's Spirit, Building Bridges for the Future". Konferensi ini resmi dimulai pada hari Senin (2/3) pukul 16.00 WIB dan akan berlangsung hingga 6 Maret 2026. Sr. Moekti menekankan bahwa APUEC 2026 merupakan momentum penting untuk kebangkitan kolaborasi pendidikan Ursulin di kawasan Asia Pasifik.

Melalui APUEC, suster, guru, pimpinan sekolah, dan praktisi pendidikan Ursulin dari berbagai negara akan berkumpul untuk mendiskusikan berbagai isu yang berkaitan dengan pendidikan. "Kami berkarya hanya di dunia pendidikan, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi," jelasnya.

Tema APUEC

Tema APUEC tahun ini diangkat dari spiritualitas pendiri Ursulin, Santa Angela Merici, yang menekankan pelayanan, relasi manusiawi, dan pendidikan berbasis nilai. Sr. Moekti menyatakan bahwa pembangunan jejaring internasional merupakan kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan saat ini.

"Kita tidak bisa berjalan sendiri. Masa depan pendidikan menuntut kerja sama dan koneksi antarnegara," katanya. Dengan diadakannya APUEC 2026 di Jakarta, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi pendidikan Ursulin lintas negara serta membentuk komunitas global yang saling belajar dan mendukung satu sama lain.

"Harapannya, dari pertemuan ini lahir relasi, koneksi, dan jembatan kerja sama yang terus hidup di masa depan," ujar Sr. Moekti.

Senada dengan itu, Sr. Leonora Teresa Periga, OSU, yang merupakan Panitia Perencana APUEC asal Australia, menekankan bahwa tujuan utama konferensi ini adalah membangun relasi nyata antarpendidik di seluruh dunia. Dia berharap agar para peserta dapat menjalin koneksi yang kuat lintas negara dan membawa pulang semangat Santa Angela ke komunitas masing-masing.

"Salah satu karunia Angela adalah penghormatan terhadap setiap pribadi dan pentingnya mendengarkan. Dengan mendengarkan, martabat setiap orang tetap terjaga," kata Sr. Leonora. Dia juga menyoroti bahwa tantangan dalam pendidikan modern muncul di tengah derasnya komunikasi digital, di mana peran pendidik menjadi sangat penting.

"Banyak siswa sangat aktif di media sosial, tetapi belum tentu memiliki koneksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, guru perlu membantu membangun relasi yang lebih mendalam antar manusia."

Kemampuan mendengarkan secara mendalam menjadi keterampilan kunci dalam membangun "jembatan masa depan" yang menjadi tema konferensi. Pandangan serupa juga disampaikan oleh Dr. Wilasa Vichit Vadakan, Panitia Perencana APUEC asal Thailand dan fasilitator konferensi. Dia menegaskan pentingnya fondasi nilai dalam membangun jejaring global. "Dalam pendidikan Ursulin, fondasi itu adalah semangat pelayanan dan rasa keterhubungan," kata Dr. Wilasa.

Di tengah tantangan global seperti pandemi, konflik, dan perubahan sosial yang cepat, Dr. Wilasa menilai bahwa pendidikan dapat menjadi sumber ketangguhan kolektif. Dengan demikian, kolaborasi dan koneksi antarpendidik menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan inklusif. Hal ini sejalan dengan semangat Santa Angela yang selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan saling mendukung dalam setiap langkah pendidikan.

ADVERTISEMENT

Misa Syukur Kardinal Suharyo telah dibuka

Rangkaian acara APUEC 2026 akan dimulai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo, sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan berkat. Selanjutnya, agenda APUEC akan mencakup sesi refleksi pendidikan, pelatihan untuk pendidik, diskusi lintas negara, serta kunjungan ke sekolah-sekolah Ursulin di Indonesia untuk berbagi praktik pendidikan yang baik.

Salah satu sesi utama dalam rangkaian APUEC ini akan menghadirkan psikolog Ratih Ibrahim, yang merupakan alumni Santa Ursula Jakarta. Dalam sesi tersebut, ia akan membahas pendekatan komunikasi yang efektif serta cara memahami karakter Generasi Z, yang sangat relevan dalam konteks pendidikan saat ini.

ADVERTISEMENT