APBN 2026 Siapkan Anggaran untuk Program Gentengisasi
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran program gentengisasi akan dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menurut dia, kebutuhan anggaran program tersebut diperkirakan tidak akan menembus angka Rp 1 triliun.
“Gentengnisasi nggak sampai Rp 1 triliun. Kami juga ambil dari dana cadangan,” kata Purbaya seusai menghadiri Indonesia Economic Summit di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Purbaya menjelaskan, sebagian pendanaan program tersebut berpotensi berasal dari dana cadangan pemerintah, yang kemungkinan bersumber dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN). Ia juga membuka peluang adanya realokasi anggaran dari program lain, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), maupun dari kementerian dan lembaga terkait.
Menurut Purbaya, estimasi anggaran yang beredar saat ini masih bersifat perhitungan kasar. Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa seluruh rumah dengan atap seng akan diganti dengan genteng. Padahal, kata dia, tidak semua rumah beratap seng akan masuk dalam cakupan program.
Dengan perhitungan yang lebih realistis, Purbaya menilai kebutuhan anggaran program gentengisasi seharusnya lebih kecil dari estimasi awal dan masih dapat dikendalikan. Program gentengisasi, menurut dia, bertujuan mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng berbahan batuan yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan seng, terutama seng bekas minyak atau material sejenis.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah membuka kemungkinan pembiayaan proyek gentengisasi melalui APBN. Airlangga mengatakan pemerintah telah menghitung kebutuhan biaya proyek tersebut, meskipun tidak menyebutkan secara tegas sumber pendanaannya.
Airlangga menjelaskan proyek gentengisasi merupakan salah satu kebijakan yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan daya tarik pariwisata. Menurut dia, wisatawan asing cenderung enggan berkunjung ke daerah dengan persoalan sampah dan kondisi permukiman yang dinilai tidak layak, termasuk atap seng yang berkarat.
Selain gentengisasi, Airlangga menyebut pemerintah juga mendorong pembangunan fasilitas waste to energy atau pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), yang pelaksanaannya akan diserahkan kepada Danantara. Untuk proyek gentengisasi, Airlangga mengatakan pemerintah telah memiliki kajian, termasuk rencana penggunaan genteng berbasis fly ash.
Gagasan gentengisasi sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah tahun 2026. Prabowo menyatakan keinginan agar atap rumah masyarakat yang masih menggunakan seng diganti dengan genteng karena dinilai lebih sejuk dan tidak mudah berkarat. Presiden juga menyebut rencana pelibatan Koperasi Merah Putih dalam penyediaan pabrik genteng untuk mendukung program tersebut.




