Analisis Mengapa Pembelian Bitcoin Miliaran Dolar Tidak Mengguncang Pasar
Jakarta, Pintu News – Meskipun Michael Saylor dari Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy) terkenal dengan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar, harga Bitcoin tampaknya tidak terpengaruh secara signifikan. Joe Burnett, Direktur Riset Pasar di Unchained, sebuah firma layanan keuangan yang berfokus pada Bitcoin, memberikan penjelasan mengenai fenomena ini.
Analisis Permintaan dan Penawaran
Burnett menjelaskan bahwa pembelian besar-besaran Bitcoin lebih merupakan realokasi eksposur yang sudah ada dalam ekosistem Bitcoin daripada suntikan permintaan baru. Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga Bitcoin dari $16.000 pada tahun 2022 menjadi $95.000 saat ini sering diikuti oleh pergerakan pasokan yang sebelumnya tidak aktif. Data dari 'hodl wave' on-chain menunjukkan bahwa ketika harga meningkat, pemegang lama mulai menjual koin-koin mereka. Koin-koin ini kemudian berpindah ke tangan baru, termasuk pembeli seperti Strategy, pembeli ETF, institusi, negara-negara, dan individu.
Dinamika Permintaan Baru
Burnett juga membandingkan situasi ini dengan migrasi kas yang terjadi setelah peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot di AS pada awal tahun 2024. Meskipun miliaran dolar mengalir ke produk dari BlackRock dan Fidelity, jumlah yang sama juga keluar dari GBTC. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan agregat untuk Bitcoin pada dasarnya tidak berubah, di mana Burnett menggambarkan situasi ini sebagai perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, bukan permintaan baru.
Penutup: Stabilitas Harga Bitcoin
Walaupun terdapat transaksi besar di pasar Bitcoin, stabilitas harga yang relatif menunjukkan bahwa pasar telah matang dengan mekanisme yang lebih kompleks daripada sekadar permintaan dan penawaran langsung. Penjelasan Burnett memberikan wawasan mengenai bagaimana transaksi besar dapat terjadi tanpa efek dramatis pada harga, yang penting untuk dipahami oleh investor dan pengamat pasar.




