Akses Informasi Bantuan Masjid dan Musala Kini Lebih Mudah melalui SIMAS
Sumber Foto: Kementerian Agama
Pintu Informasi

Akses Informasi Bantuan Masjid dan Musala Kini Lebih Mudah melalui SIMAS

Jakarta (Kemenag) - Sistem Informasi Masjid (SIMAS) kini telah diperbarui untuk tidak hanya menyediakan data terkait jumlah dan lokasi masjid serta musala, tetapi juga informasi mengenai program bantuan yang tersedia. Pembaruan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akurasi data masjid dan musala di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Ahmad Zayadi, menjelaskan bahwa SIMAS berfungsi sebagai tolok ukur yang penting dalam memberikan gambaran yang jelas, akurat, dan objektif mengenai tempat ibadah. Data dalam SIMAS mencakup informasi detail tentang lokasi, kapasitas, fasilitas, serta status kepengurusan masjid dan musala, memberikan pemahaman yang lebih baik di tingkat nasional dan lokal.

“SIMAS menjadi sumber otoritatif untuk data masjid dan musala di Indonesia. Kami berharap data ini dapat digunakan dalam perencanaan program pemerintah, penelitian, serta pengambilan kebijakan terkait kemasjidan,” ujar Zayadi dalam acara Bimtek Operator SIMAS di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, menyampaikan bahwa seluruh data masjid dan musala di SIMAS sudah dilengkapi dengan nomor ID Nasional Masjid. Data ini mencakup identifikasi masjid/musala, tipologi, lokasi, dan nomor urut pendataan yang dapat diakses melalui http://simas.kemenag.go.id.

Proses sosialisasi dan input data masjid dan musala ke dalam aplikasi SIMAS telah dilakukan sejak 2014. Data ini juga dilengkapi dengan GIS (Geographic Information System) untuk memetakan lokasi masjid dan musala dengan akurasi yang baik.

Aplikasi SIMAS, yang dibangun sejak 2013, dirancang sebagai layanan publik untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemberdayaan potensi masjid dan musala di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk memperluas layanan informasi dan data terkait kemasjidan, serta mengidentifikasi dan memetakan potensi dan masalah yang ada.

Akmal menambahkan bahwa platform SIMAS berbasis web ini memungkinkan admin/operator untuk melakukan entry, verifikasi, dan validasi data dengan lebih mudah, serta menyediakan informasi yang cepat kepada masyarakat.

Selain itu, aplikasi ini juga memuat informasi tentang bantuan, sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan tepat sasaran. Untuk menghargai dedikasi para operator dalam mengelola data masjid dan musala, Kemenag akan memberikan penghargaan khusus bagi operator SIMAS yang berprestasi melalui acara Pesona SIMAS.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para operator SIMAS di seluruh Indonesia, sekaligus mendorong semangat kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam pengelolaan data masjid,” tutup Akmal.