Airlangga: Proyek Gentengisasi Bisa Dibiayai APBN
Sumber Foto: Tempo.co
Ekonomi

Airlangga: Proyek Gentengisasi Bisa Dibiayai APBN

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bicara kemungkinan proyek 'gentengisasi' yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto dibiayai oleh anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Proyek ini bertujuan untuk mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah alih-alih seng yang dinilai mudah berkarat.

Menurut Airlangga, pemerintah bahkan sudah menghitung biaya yang diperlukan untuk proyek tersebut. Namun dia tidak menyebutkan dengan tegas apakah proyek ini bersumber dari APBN atau bukan. Ia hanya menyatakan pemerintah bisa membiayai proyek 'gentengisasi'.

“Bisa (dibiayai APBN). Pemerintah bisa membiayai, biayanya tadi sudah kami hitung juga,” kata dia saat ditanya wartawan ihwal sumber anggaran program tersebut, di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Januari 2026.

Airlangga menjelaskan, proyek gentengisasi merupakan satu dari dua cara yang dilakukan Prabowo untuk menarik minat wisatawan asing masuk ke Indonesia. Cara lainnya adalah dengan membangun waste to energy (WtE) atau pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) untuk memastikan daerah bersih dari sampah. Untuk proyek ini, Airlangga berujar akan diserahkan kepada Danantara.

Menurut Airlangga, para pelancong akan enggan mengunjungi Indonesia apabila terdapat banyak sampah dan atap-atap seng yang berkarat. “Turis tidak akan datang kalau sampahnya numpuk dan atapnya semua atap seng yang berkarat,” ucap dia.

Nantinya, genteng yang dipakai akan berbasis pada pemanfaatan fly ash. Airlangga mengklaim pemerintah sudah memiliki kajian yang lengkap mengenai proyek ini. “Itu sudah ada studinya, nanti akan segera disampaikan,” kata dia.

Sebelumnya, di hadapan ribuan pejabat pemerintah daerah yang hadir dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah tahun 2026, Prabowo menyatakan pemerintah pusat menginginkan semua atap rumah masyarakat yang terbuat dari seng diganti menjadi genteng.

Menurut Kepala Negara, atap seng terasa panas dan lebih mudah berkarat dibandingkan genteng yang terbuat dari tanah. Prabowo berujar, banyak rumah di desa-desa di Indonesia yang masih beratapkan seng. "Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek ‘gentengisasi’ seluruh Indonesia," ucap Prabowo saat memberikan taklimat pada Senin, 2 Januari 2026.

Prabowo menyatakan bakal melengkapi Koperasi Merah Putih dengan pabrik genteng. Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, ongkos untuk membuat pabrik genteng tidak mahal.

Ia lantas menegaskan tak ingin lagi melihat penggunaan atap seng di rumah-rumah Indonesia. Apalagi yang sudah berkarat. "Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah."

Dalam pemaparan yang ditayangkan di layar, Prabowo menunjukkan proyek 'gentengisasi' yang dimaksud. Proyek itu bahkan memiliki palet warna yang dinamakan Nusantara Horizon. Warna-warna dalam palet itu di antaranya biru langit, biru navy, hijau emerald, abu-abu, dan terakota.