Portal News Day - LUDUS – Kejuaraan sudah usai. Medali telah dibagikan. Lampu di arena padam satu per satu. Namun bagi sebagian peserta Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026, perjalanan belum benar-benar selesai. Sebanyak 23 atlet kadet dan junior dari Arab Saudi, lima atlet dan ofisial dari Qatar, serta dua pejabat Federasi Anggar Irak dan Uzbekistan yang mengikuti Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 masih tertahan di Indonesia. Mereka tak bisa pulang ke negaranya akibat perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang meletus akhir pekan lalu.
Foto/PB IKASI
Padahal, jadwal kepulangan mereka adalah Minggu, 1 Maret 2026. Sebagian bahkan sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta. Namun rencana itu mendadak gugur.
“Jadwal kepulangan mereka itu hari ini (Red-Minggu, 1 Maret 2026). Tetapi, mereka yang sudah berada di Bandara Soetta, tidak bisa pulang karena tidak ada penerbangan akibat dampak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Sepertinya, mereka akan berada di Indonesia hingga perang usai,” kata Sekjen Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI), Firtian Judiswandarta saat dihubungi Minggu (1/3/2026) malam.
Foto/PB IKASI
Dampaknya bukan hanya pada para atlet dan ofisial. Dua wasit dari Arab dan Iran juga belum bisa kembali ke negaranya. Keduanya masih tertahan di Doha Airport Internasional, menunggu kepastian situasi penerbangan di kawasan Timur Tengah yang kini tidak stabil.
Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 sendiri berlangsung di Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta, pada 20–27 Februari 2026. Sebanyak 801 atlet dari 26 negara ambil bagian dalam ajang ini. Turnamen tersebut bukan sekadar kejuaraan regional, melainkan juga babak kualifikasi menuju Youth Olympic Dakar, Senegal 2026.
Artinya, para atlet yang kini tertahan bukan hanya baru saja menyelesaikan kompetisi, tetapi juga tengah mengejar tiket ke panggung dunia. Mereka datang dengan ambisi dan harapan. Kini, mereka harus menunda kepulangan akibat dinamika geopolitik yang tak pernah menjadi bagian dari rencana latihan mereka.
Foto/PB IKASI
Perang dipicu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Serangan itu disebut terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kompleks kediaman Khamenei di Teheran dilaporkan dijatuhkan puluhan bom.
Iran kemudian melakukan serangan balasan kepada AS dan Israel. Eskalasi tersebut berdampak ke sejumlah negara di Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara itu terdampak karena terdapat pangkalan militer atau aset militer Amerika Serikat di wilayah mereka.
Efeknya menjalar cepat ke sektor penerbangan. Sejumlah rute ditutup atau dibatalkan karena alasan keamanan. Wilayah udara menjadi tidak pasti. Maskapai menunda atau membatalkan penerbangan. Atlet-atlet yang seharusnya sudah kembali ke Riyadh, Doha, atau kota-kota lain di kawasan Teluk kini harus menunggu tanpa kepastian.
Foto/PB IKASI
PB IKASI kini memantau situasi dan berkoordinasi terkait keberadaan para atlet dan ofisial yang tertahan. Untuk sementara, Indonesia menjadi tempat transit yang lebih lama dari rencana. Jakarta, yang semula hanya kota penyelenggara turnamen, berubah menjadi ruang tunggu geopolitik.
Silakan kunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga bela diri berkualitas dari sejumlah brand ternama.
Anda juga bisa mengunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial)
APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?
Sukai Artikel
MULAI BAGIKAN
FacebookWhatsAppTelegramLinkedInEmail
Response (0)
Kirim
Login untuk berkomentar
Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.
Login dengan Google
No comments yet. Be the first to comment!