Portal News Day - Ringkasan Berita:
Pemerintah Distrik Asolokobal sukses menyelenggarakan Musrenbang tingkat distrik pada 4 Maret 2026, dengan dihadiri 65 peserta dari berbagai kalangan.
Usulan-usulan yang masuk akan dipetakan berdasarkan sumber pendanaannya dan akan diperjuangkan di tingkat yang lebih tinggi.
Distrik Asolokobal menyepakati pembentukan tim mandat untuk mengawal hasil kesepakatan Musrenbang, memprioritaskan kegiatan pembangunan dan memastikan usulan tersebut sampai ke tingkat pembahasan selanjutnya.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Pemerintah Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik pada Rabu, (04/03/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Distrik Asolokobal ini, menjadi wadah krusial bagi masyarakat untuk merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 14.06 WIT ini dipimpin langsung oleh PLT. Kepala Distrik Asolokobal, Siprianus Lokobal, S.Sos.
Dalam arahannya, Siprianus memberikan apresiasi tinggi kepada 65 peserta yang hadir, mulai dari kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, intelektual, hingga pimpinan SD dan SMP di wilayah Asolokobal.
"Kehadiran kita hari ini adalah untuk membawa perubahan dan inovasi terbaru. Ini demi kemajuan daerah kita, khususnya wilayah Asolokobal. Saya secara pribadi berterima kasih karena kita bisa duduk dan bicara bersama dari pagi hingga siang ini," ujarnya.
Dalam musyawarah tersebut, Siprianus menjelaskan bahwa usulan-usulan yang masuk akan dipetakan berdasarkan sumber pendanaannya, baik melalui APBD kabupaten, APBD provinsi, maupun APBN.
Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi kampung yang telah disinkronkan akan menjadi dokumen resmi untuk diperjuangkan di tingkat yang lebih tinggi.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa realisasi usulan tersebut juga akan bergantung pada kebijakan strategis Bupati Jayawijaya.
"Semua usulan ini luar biasa. Kami akan teruskan hingga tingkat kabupaten dan kami akan perjuangkan agar kebijakan ini tidak sia-sia," tegasnya.
Sebagai langkah konkret pasca-Musrenbang, Distrik Asolokobal menyepakati pemberian mandat kepada 3 hingga 5 orang perwakilan. Tim ini terdiri dari unsur tokoh masyarakat, perempuan, pemuda dan intelektual.
Tugas utama tim mandat adalah mengawal hasil kesepakatan Musrenbang, memprioritaskan kegiatan pembangunan yang telah disetujui, memastikan usulan tersebut sampai ke tingkat pembahasan selanjutnya.
Acara diakhiri dengan pembacaan berita acara hasil kesepakatan Musrenbang Tahun 2026. Tepat pukul 14.06 WIT, Siprianus Lokobal secara resmi menutup rangkaian musyawarah tersebut.
"Dengan selesainya pembacaan berita acara, maka musyawarah perencanaan pembangunan Distrik Asolokobal pada hari ini, 4 Maret 2026, secara resmi saya nyatakan ditutup," pungkasnya.(*)