Joan Laporta Terpilih Kembali, Siapkan Ruang untuk Kembalinya Lionel Messi
Nasional

Joan Laporta Terpilih Kembali, Siapkan Ruang untuk Kembalinya Lionel Messi

Portal News Day - ACEHGROUND.COM – Joan Laporta resmi mengamankan kursi kepemimpinan Barcelona hingga tahun 2031 setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan presiden klub yang berlangsung baru-baru ini. Laporta sukses mengantongi 68,18 persen suara dari total 48.480 pemilih, sekaligus menyingkirkan pesaing utamanya, Victor Font, dalam persaingan yang sempat diwarnai ketegangan internal.

Kemenangan ini memberikan mandat kuat bagi Laporta untuk melanjutkan proses transisi klub, terutama terkait penyelesaian renovasi stadion dan pemulihan kondisi finansial. Pasca-pengumuman hasil suara, ia langsung memberikan sinyal hijau bagi kembalinya sang legenda, Lionel Messi, ke pangkuan publik Catalan.

Komitmen untuk Lionel Messi

Laporta menegaskan bahwa hubungan antara pemain berjuluk La Pulga itu dengan Blaugrana tidak akan pernah benar-benar berakhir. Ia bahkan merencanakan penghormatan tertinggi bagi pemain yang telah memberikan banyak trofi tersebut.

“Leo akan tetap terikat dengan Barcelona dengan cara apa pun yang dia inginkan,” ujar Laporta. Ia menambahkan rencana pemberian apresiasi tertinggi bagi Messi. “Dia layak mendapatkan pertandingan penghormatan dan juga patung. Itu akan sangat berarti. Hanya Ladislao Kubala dan Johan Cruyff yang memiliki patung di stadion. Pintu di Barca selalu terbuka baginya, kapan pun dia mau, agar dia dapat terus memperkuat dan membawa kejayaan bagi institusi ini.”

Klarifikasi Perselisihan dengan Xavi Hernandez

Namun, kemenangan ini tidak lepas dari bayang-bayang kritik tajam mantan pelatih, Xavi Hernandez. Sebelumnya, Xavi sempat menuding Laporta melakukan sabotase terhadap upaya pemulangan Messi pada tahun 2023. Menanggapi hal tersebut, Laporta memberikan klarifikasi tegas mengenai situasi yang sebenarnya terjadi saat itu.

Menurut catatan AcehGround, Laporta membantah adanya campur tangan dewan direksi dalam kegagalan kembalinya Messi ke Spanyol sebelum sang pemain memutuskan hijrah ke Amerika Serikat. Laporta justru menyoroti ketidakpuasan Xavi terhadap skuad yang ada saat itu.

“Dia [Xavi] mengatakan tim kami tidak akan kompetitif di Eropa. Dia terus-menerus tidak puas dengan skuad yang dimilikinya. Dan mengenai Messi, pada tahun 2023 saya mengirimkan kontrak kepada Jorge Messi, yang bersikap sangat sopan. Dan pada bulan Mei dia mengatakan kepada saya bahwa hal itu tidak mungkin terjadi karena dia akan berada di bawah tekanan yang terlalu besar di sini dan bahwa dia lebih memilih untuk pergi ke Miami. Dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya menghormati keputusannya.”

Visi Masa Depan Barcelona

Kini, dengan mandat baru di tangannya, Laporta fokus pada penyelesaian proyek Spotify Camp Nou yang diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi klub di masa depan. Ia optimis bahwa Barcelona sedang menuju periode kesuksesan baru yang akan memuaskan para pendukung di seluruh dunia.

“Untuk meraih gelar, yang merupakan hal yang disukai para penggemar, tetapi juga untuk bermain dengan baik. Dan untuk menyelesaikan pembangunan stadion di tengah masa jabatan, karena hal itu menjamin masa depan klub secara finansial sekaligus menyediakan tempat yang layak untuk menampilkan pertunjukan di lapangan. Tahun-tahun terbaik dalam hidup kita menanti,” pungkasnya.

Keberhasilan Laporta mempertahankan kursi kepemimpinan ini menjadi krusial bagi stabilitas Barcelona. Publik kini menanti apakah janji untuk memulangkan Messi dalam peran tertentu akan segera terealisasi seiring dengan rampungnya renovasi markas besar mereka.

You can share this post!