Portal News Day - Kabar6 – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas lewat Program Pemberdayaan Difabel Batik Ciprat Karangpatihan di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).
Langkah ini dilakukan melalui proses pemetaan kebutuhan, pendampingan produksi, maupun peningkatan kapasitas teknis, serta penguatan pemasaran dan pembinaan spiritual.
**Baca Juga: DPR Terapkan Langkah Efisiensi, Listrik Dipadamkan Mulai Pukul 18.00 WIB, Hemat BBM dan Pengetatan Anggaran
Hal ini menjadi bagian penting dari suksesnya program di Kampung Difabel, Desa Karangpatihan, Ponorogi agar memiliki kemandirian finansial.
Direktur Eksekutif BMM Tegar Sangga Barkah mengatakan, keterampilan membatik adalah salah satu potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas.
Melalui pelatihan yang solutif dan kreatif, pihaknya berharap dapat menumbuhkan semangat mereka untuk terus berkarya di masyarakat.
“Desa Karangpatihan dikenal sebagai ‘Kampung Difabel’ dengan potensi besar dalam pengembangan batik ciprat,” ujar Tegar, Sabtu (27/3/2026).
Ia menilai dengan menyasar para penyandang disabilitas tunagrahita yang aktif berkarya bersama diharapkan dapat menciptakan pemberdayaan ekonomi di kampung rersebut.
**Baca Juga: Memperkuat Zikrullah
“Dengan pendamping di Rumah Harapan, kami yakin program ini dapat membuka ruang untuk terciptanya pemberdayaan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Menurut dia, Aktivitas sosial ini dirancang selama satu tahun dengan rangkaian pelatihan dan pendampingan yang intensif.
Tujuannya tidak hanya meningkatkan keterampilan produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha, kualitas produk, serta daya saing Batik Ciprat Karangpatihan di pasar yang lebih luas.
**Baca Juga: Silaturahmi Pascalebaran, Kajari Wahyudi Sambangi Kantor DPC-KAI Kabupaten Tangerang
Tegar menyebut, pemberdayaan ekonomi untuk difabel menjadi bukti bahwa kebermanfaatan distribusi ZISWAF dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kalangan.
“Semoga karya batik dari pengrajin difabel, khususnya kelompok tunagrahita, dapat bersaing di pasar yang lebih luas guna meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Hadirnya Program Pemberdayaan Difabel Batik Ciprat Karangpatihan menegaskan komitmen Bank Muamalat dan BMM dalam membangun model pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan adaptif bagi penyandang disabilitas.
Dukungan kepada difabel menjadi strategis untuk memberikan kesempatan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat khususnya akses pekerjaan dan kemandirian finansial. (ira)
Bank Muamalat berdayakan Disabilitas penyandang ponorogo Program Batik Ciprat
Ikuti Kami
Navigasi pos
Pos sebelumnya DPR Terapkan Langkah Efisiensi, Listrik Dipadamkan Mulai Pukul 18.00 WIB, Hemat BBM dan Pengetatan Anggaran
Pos berikutnya Kejagung Sebut Ada Penyelenggara Negara di Balik Kasus Samin Tan
Posting Terkait
Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi, Renovasi Masjid dan Musala di Wilayah Bencana Sumatera
Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
Jangan Lewatkan
Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi, Renovasi Masjid dan Musala di Wilayah Bencana Sumatera
Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat