Komitmen HRD untuk Penuhi Kebutuhan Difabel Bireuen Pasca Banjir
Sosial

Komitmen HRD untuk Penuhi Kebutuhan Difabel Bireuen Pasca Banjir

Portal News Day - RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sebanyak 50 pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bireuen memanfaatkan momentum open house untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada HRD.

Kunjungan tersebut mewakili sekitar 4.700 penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai kecamatan di Bireuen.

Ketua PPDI Kabupaten Bireuen, Yusaini, menuturkan bahwa hingga saat ini masih banyak penyandang disabilitas yang belum merasakan perhatian maksimal, baik dalam bentuk bantuan sosial, fasilitas publik, maupun akses terhadap layanan dasar. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam mewujudkan kesetaraan di tengah masyarakat.

"penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk hidup layak dan mandiri" ujar Yusaini Minggu 22 Maret 2026.

ia berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak, terutama dalam penyediaan aksesibilitas, pemberdayaan ekonomi, serta jaminan sosial yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, PPDI juga mengajukan permohonan agar HRD dapat menjembatani pertemuan dengan Menteri Sosial Republik Indonesia. Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang dialog langsung untuk menyampaikan kondisi riil yang dihadapi penyandang disabilitas di daerah.

Menanggapi hal tersebut, H. Ruslan M. Daud, yang akrab disapa HRD menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya maksimal dalam memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas, termasuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial.

HRD juga mengungkapkan bahwa kondisi Bireuen pasca bencana banjir masih memerlukan perhatian khusus. Dari sejumlah daerah terdampak, Bireuen disebut masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam proses pemulihan, termasuk bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

Meski demikian, HRD memberikan apresiasi terhadap semangat para penyandang disabilitas di Bireuen yang dinilai tetap tangguh dan optimistis. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan komunitas difabel dapat terus diperkuat demi menciptakan kehidupan yang lebih inklusif dan berkeadilan di masa mendatang.

You can share this post!